Permasalahan Kuota Internet menjadikan Kendala Penunjang Belajar Utama di Online?

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Dunia Pendidikan sangat penting bagi generasi penerus bangsa Indonesia dari genggaman para generasi anak bangsa  agar para anak didik meraih cita-cita harapanya setinggi langit. Akan tetapi di pandemi Covid-19 yang belum tau kapan persoalan virus yang begitu ganas tersebut hilang dari bumi ini.

Di masa Pandemi yang begitu dirasakan oleh Bangsa indonesia.dan Dunia yang akibat terdampak pandemi covid-19 tentunya, bersama-sama kita untuk bangkit dari pandemi dengan menjaga protokol kesehatan.

New normal yang sudah memberi sedikit kelongaran agar sedikit ekonomi kita dapat berjalan dengan baik dan pulih tentunya,kesadaran ini betul-betul harus dijaga oleh masyarakat.

Pandemi Covid-19 dunia pendidikan sampai sekarang belum dibuka secara langusng sistem belajar tatap muka oleh pemerintah.dengan belajar secara online ada sisi plus dan mines nya,melihat belajar online dengan biaya kuota bagi para orang tua murid mengeluarkan croscek uang untuk kebuthan membeli kuota demi belajar putra-putri secara online.

“Kebutuhan jaringan internet sudah sangat dibutuhkan  di era ini khususnya untuk  mendukung cara belajar on line, dewasa ini karena dampak Covid19. Karena belajar di rumah dengan daring dikhawatirkan bahwa mutu proses belajar mengajar saat ini akan berdampak buruk bagi anak anak sekolah,” tegas Pdt. Dr. Willem TP Simarmata, MA. anggota Senator dapil Sumatera utara.kepada, Jurnalis,amunisinews.co.id., Rabu, 29/7/20. via sellular.

Belajar on line harus dilaksanakan karena ketaatan pada protokol kesehatan yang wajib pakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak.

Lebihlanjut ditegaskan, Pria asal Sumatera utara. Jaringan internet yang sangat lemah dan  tidak memadai di berbagai pelosok akan sangat mengganggu kualitas belajar dan mengajar. Di dalamnya sangat banyak tantangan seperti setiap keluarga harus menyediakan lebih dari satu smartphone agar anak anak dapat mengikuti belajar  melalui zoom.

“Keadaan ekonomi pun tidak memungkinkan untuk membeli 1 atau 2 buah HP. Belum lagi karena orangtua harus mendampingi anak anak belajar pada hal orang tua tidak memahami kurikulum dengan baik,”tegas Anggota Komite III. yang membidangi kesehatan, Pendidikan, olahraga ,Agama.

Konsentrasi anak anak yang sedang belajar pun sering terganggunya  karena lingkungan dalam rumah tempat tinggal. “Bahkan yang paling menyedihkan adalah karena  tidak ada jaringan. dan tidak ada signal sama sekali. Di desa tertentu banyak yang harus panjat pohon  dan membuat tempat duduk dari lembaran  papan agar mendapat signal untuk mampu mendapatkan signal dan dapat berkomunikasi,”pungkas sosok Pdt.Willem TP Simarmata, MA.

Memaksakan untuk hadir di sekolah pun masih berbahaya apalagi di daerah yang kategori zona merah. Inilah tantangan besar yang wajib dihadapi oleh bangsa ini. Sebab tugas negara adalah melindungi,  mencerdaskan,dan mensejahterakan warganya. Itu adalah wajib karena Amanah  UUD 1945.

“Sebaiknya perusahaaan besar bolehlah menggunakan CSR nya, untuk membantu proses mengajar dan belajar ini dengan menggunakan CSR. memfasilitasi  berbagai Sekolah di pelosok-pelosok untuk membangun jaringan Internet sehinhga anak anak di pedesaan dapat terbantu,” ujar diujung ponselnya.

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *