Pertemuan Dewan Pakar dan Ketum Himtani Wujud Keseriasan Jalankan Program

  • Whatsapp

Oleh Syafrigon

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID: Ketua U mum Himpunan Masyarakat Petani dan Nelayan (Himtani)  Indrayeni, SH  adakan pertemuan dengan dewan pakar Himtani Prof,Dr.Ir.Azmi Dalimi di kediamanya di Bogor, Senin,(19/10/20).

Hal ini dilakuan mengingat pentingnya melibatkan litbang dalam meningkatkan kuantitas dan kualitas hasil pertanian sekaligus sebagai bentuk keseriusan menjalankan program.

 

Karena hal tersebut, Indrayeni,  S.H terus melakukan konsolidasi kepada pengurus. salah satunya bersilaturahmi dengan Ketua Dewan Pakar Himtani Prof. Dr. Ir. Azmi Dalimi ini.

Pada kesempatan tersebut Prof Azmi Dalimi yang pernah manjabat Kepala Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balitro) menyampaikan pemikirannya kepada Indrayeni.

Menurut Azmi,  kelemahan yang ditemukan di sektor teknologi inovasi  pertanian adalah di bidang penyuluhan pertanian.

Berdasarkan pengalaman Azmi yang bergelut di dunia penelitian, bahwa terdapat gap antara hasil penelitian dengan masyarakat.

Hasil Penelitian litbang sudah banyak. Bahkan saat ini terdapat 600-an teknologi pertanian, tapi kenapa tidak sampai di petani.

Hal ini pun menjadi kritikan Azmi ke dalam dunia penelitian.  Kenapa hasil penelitian tidak sampai ke petani. Kelemahannya ternyata ada di penyempaiannya, di penyuluhannya.

“Litbang ini kan mencari teknologi. Setelah teknologi ada, harus disampaikan kepada penyuluh. Itulah gunanya Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP). BPTP yang berada di provinsi adalah BPTP yang berada di bawah BPTP pusat,” tegasnya.

“Sebetulnya  Lembaga inilah menyampaikan hasil penelitian kepada penyuluh2 dan ke petani.  BPTP inilah sebagai ujung tombak agar hasil penelitian lembaga litbang sampai penyuluh-penyuluh dan ke petani”, ujar Azmi.

Sebagai contoh Azmi menjabarkan proyek penelitian yang pernah dilakukannya pada petani Kakao di Kota Sawahlunto Sumatera Barat.  Secara penelitian,  pertumbuhan kakao di Sawahlunto sebenarnya dapat menghasilkan panen dalam satu tahun.

Sebetulnya, katanya,  sudah ada fasilitas yang diberikan dinas pertanian kepada petani, hanya tidak diimplementasikan oleh petani. Misalnya dalam hal teknologi pemangkasan. Secara teori pemanfaatan fasilitas teknologi pertanian sudah diajarkan, namun petani sering tidak menerapkannya. Sehingga tidak tahu bagaimana cara mengimplementasikannya. Disitulah peran penting penyuluh pertanian untuk terus mengingatkan dan mengajarkan petani untuk memanfaatkan teknologi pertanian dengan baik.

Petugas penyuluhan juga sebenarnya sudah cukup mumpuni untuk melakukan tugas lapangan. Namun mereka kurang memiliki fasilitas terjun ke lapangan. Ini sebaiknya menjadi perhatian pemerintah terkait.

Teknologi pertanian yang melimpah tidak akan berguna kalau tidak dipraktekkan oleh petani itu sendiri. Dalam permasalahan ini Himtani dapat berperan menjembatani masalah petani dengan pemerintah tersebut.

Sebagai Ketua DPP Indrayeni menyambut positif usulan dari Dewan Pakar Himtani tersebut untuk selanjutnya akan mengangkat persoalan ini kepada kementerian maupun lembaga terkait.

Studi Kasus Kota Sawahlunto.

Tambahan lagi  saat Azmi bekerjasama dengan pemerintah Kota Sawahlunto yang berencana membuat program kawasan wisata yang berbasis tanaman perkebunan. Untuk mengawali proyek tersebut tersebut pemerintah meminta Litbang untuk membuat studi potensi apa saja yang dapat diunggulkan untuk membuat kawasan wisata berbasis tanaman perkebunan ini.

Sebelumnya Litbang sudah melakukannya untuk  Kota Solok untuk pengembangan tanaman Holtikultura. Saat ini sudah dibuat suatu kawasan bunga di Kota Solok. Setelah konsep Litbang ini diterapkan, untuk pengembangannya lebih lanjut pemerintah membuka peluang pihak swasta untuk berpartisipasi.  Hal ini menjadi kesempatan Himtani juga untuk bisa berkolaborasi dengan pemerintah setempat agar dapat mengembangkan kawasan wisata dengan hasil pertanian yang baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Bahkan hasil pertanian tersebut dapat bernilai ekspor.

Azmi menggarisbawahi, untuk melakukan kegiatan tersebut hendaknya melibatkan lembaga litbang. Karena litbang yang akan meneliti apa potensi dan sumber daya yang dapat diandalkan untuk menghasilkan sumberdaya pertanian yang lebih optimal.

Menurut Indrayeni, sesuai dengan rencana program HimtanI ke depan, rencana pengembangan kawasan wisata berbasis tanaman perkebunan dapat menjadi bahan yang akan dibawa kepada kementerian maupun lembaga terkait untuk menjadi program pemerintah secara nasional.

HimtanI akan berupaya memfasilitasi program pengembangan kawasan pertanian tersebut kepada pihak yang terkait. Baik pemerintah maupun swasta. Program yang sudah mulai dilaksanakan oleh pemerintah Kota Sawahlunto ini bisa menjadi proyek percontohan bagi daerah lain untuk menerapkan program serupa.

Konsep Primatani

Bagi Azmi, program HimtanI Garden yang sudah dicanangkan oleh DPP Himtani merupakan program yang sangat bagus sekali. Program tersebut selaras dengan konsep program Primatani di Balitbang. Dimana dalam membuat suatu kawasan kita melihat basisnya dulu apa yang bisa dimunculkan. Lalu pengelolaanya seperti apa.

Dalam program Primatani pengelolaan kawasan harus melibatkan dinas instansi lain sebagai stake holder. Jadi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Misalnya untuk menuju ke lokasi pertanian, bagaimana kondisi jalannya. Kalau sudah ada hasilnya bagaimana nanti pemasarannya. Semua itu harus melibatkan dinas-dinas terkait seperti Dinas PU, Dinas Koperasi dan dinas lainnya yang terintegrasi di satu kawasan tersebut.

Namun menurut Azmi, terdapat kelemahan Litbang dalam hal mengevaluasi proyek. Karena ada program yang berhasil ada yang tidak. Litbang tidak mengevaluasi lagi. Karena memang tidak ada anggarannya lagi. Permasalahan ini dikembalikan kepada pemerintah provinsi untuk melakukan evaluasi. Program ini apakah berjalan atau tidak. Diharapkan dengan jalanya program ini akan ditiru oleh kabupaten lain. Dengan adanya program yang berkonsep Primatani yang melibatkan dinas terkait serta menggandeng pihak swasta program kawasan wisata berbasis perkebunan akan lebih maju.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *