Perumahan Almira Residence Siap Dibangun

  • Whatsapp

dsc_0058_4

CIBINONG, AMUNISINEWS.COM– Perumahan Almira Residence yang letaknya di berada di perbatasan desa Bojong, Kelapa Nunggal dan Desa Situsari, Cileungsi, Kabupaten Bogor siap dibangun. Kepastian pembangunan perumahan di atas lahan seluas 8 hektar tersebut menyusul pendaftaran sertifikat oleh BPN Cibinong sejak Rabu (9/11).

Seiring dengan pendaftaran oleh BPN tersebut, denyut pembanunan perumahan yang sempat terhenti lebih dari satu tahun lamanya kembali terasa. Seperti diakui oleh salah seorang pengawas pembangunan H Yani yang ditemui Amunisi, Selasa (15/11). “Kita sudah mulai mendatangkan kontraktor,” kata H Yani. “Konsumen percaya masalah ini akan teratasi,” tambahnya.

Menurut pengamatan Amunisi di lokasi, pada sore itu, ada sekitar tiga konsumen yang mencoba mendaftar atau mengajukan permohonan, dan meyakini Perumahan Almira akan dibangun sesuai jadwal. “Tadi petugas pemasaran sudah bilang bangunannya segera dikerjakan,” kata seorang ibu yang membawa anaknya.

H Yani membenarkan jika selama pembangunan vakum dia ‘menjaga’ agar konsumen yang sudah membayar uang muka agar tetap bertahan. “Alhamdulillah penerimaan pendaftaran oleh BPN berpengaruh dengan kepercayaan,” tandasnya.

Sejauh ini, katanya, ada lebih dari 100 konsumen yang masih menunggu proses pembangunan. Mereka bertahan karena yakin Almira tak ada masalah. Letak perumahannya juga mudah dijangkau, karena tak jauh dari jalan raya, melalui akses Cibubur dan Kota Wisata. “Lokasinya bagus, jadi kami memutuskan untuk menunggu saja,” ucap seorang konsumen yang mengaku bekerja di Cileungsi.

Seperti diketahui, penerimaan pendaftaran oleh BPN karena dianggap sudah memenuhi syarat dan prosedur sehingga dapat didaftar  dengan nomor 109911/2016 dan 100022/2016. Hal ini membuat pengembang bernapas lega.  “Ini artinya,  kami dapat melanjutkan pembangunan perumahan ini untuk konsumen,” kata Benny, salah satu petinggi perusahaan pengembang.

Dua pejabat desa memang pernah mengeluarkan surat keterangan Nomor 474/272/X/2015 yang menyebut sudah mengundang secara lisan pihak yang mengajukan upaya pemblokiran kepada BPN. Dua kepada desa itu (Bojong dan Situsari) meminta BPN mengabaikan pengajuan pemblokiran karena menurut keterangan ke dua kades bahwa tanah yang dibebaskan oleh PT Karunia Bastem Mandiri (pengembang Almira) kepemilikannya tak ada atas nama pihak yang mengajukan pemblokiran (tim)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *