Peruntukan Dana Bumdes Desa Sukabangun Dalam Tidak Berjalan Sesuai Harapan Masyarakat

  • Whatsapp

Oleh Teguh /Dedy

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID-Dana Bumdes dikelola untuk mensejahterakan masyarakat. Sementara Bumdes di Desa Sukabangun Dalam masih tetap berjalan di tempat, dan ada dugaan dana tersebut diselewengkan.

Sapri, Ketua Bumdes Sukabangun Dalam Kabupaten Ketapang ditemui Amunisi tanggal  27/6/2020 pukul : 16:09 tepat di rumah kediamannya mengatakan, dia baru menjadiKetua Bumdes sekitar 6 bulan pada tahun 2020 menggantikan Ramli alias Anis Dagol.

Ramli mengundurkan diri adanya pengakuan darinya dikarenakan adanya selisih paham dengan Harun selaku kepala desa Sukabangun Dalam serta ketidak cocokan dengan BPD desa yang tidak bisa diajak bekerja sama.

Namun dari hasil investigasi di lapangan awak media Amunisi menemukan berdasarkan info dari masyarakat yang membuat Ramli tidak betah disebabkan adanya dugaan penyimpangan dana Bumdes, jadi sebelum terlibat lebih jauh Ramli mengundurkan diri.

Lanjut Sapri,  selama 6 bulan ia menjadi ketua Bumdes belum ada kegiatan dan sedang dalam proses perencanaan yang sudah dirapatkan secara kelompok, adapun yang baru di keluarkan dari anggaran APBD desa yaitu, tempat pelelangan ikan bagi masyarakat Sukabangun Dalam yang bermayoritas bermata pencarian sebagai nelayan, dan akan baru direncanakan serta dari situ juga akan dibuka koperasi simpan pinjam, ujarnya.

Namun sangat disayangkan pasar yang telah dibangun tidak fungsi, tidak tepat sasaran dan kurang strategis, serta sampai saat ini belum juga berjalan dikarnakan kurangnya peminat.

Selama ini program yang dijalankan belum pernah dilakukan dari 2018 s/d 2020 yang baru akan direncanakan sekarang, anggaran DD yang digunakan adalah anggaran 2018, dan berdasarkan pengakuan Sapri tidak ada anggaran tambahan dari desa untuk di tahun 2019 s/d 2020 sampailah sekarang, terkecuali jika ada ajuan dari Bumdes,

Yang baru terbentuk di pengurusan Bumdes baru ada Sapri selaku Ketua, Rusli selaku Sekertaris, dan Suri selaku bendahara dan anggota belum terbentuk, dengan alasan pada saat warga yang diajak bergabung menolak karena keuntungannya tidak ada bagi mereka dan Sapri sangat mengesalkan, belum juga bekerja warga sudah menanyakan besar kecilnya keuntungan yang didapat.

Sapri juga merencanakan pembuatan tong air yang akan diadakan tepat di pelabuhan TPI Sukabangun Dalam, dikarenakan Rusli selaku sekertaris sudah menghibahkan tanah miliknya untuk program yang akan dijalankan nanti, seperti di PLTU Sukabangun Dalam sudah ada ajuan sekertaris Bumdes berupa mesin dari PLTU, dan selanjutnya akan serah terima lagi dengan desa, dan dari desa menyerahkan Kepada BUMDES untuk difungsikan sebagai sumber air bersih/air galon yang siap pakai dikelola untuk mempermudah masyarakat dan menjadi pemutaran modal anggaran APBD desa yang nantinya akan menjadi laporan dana Bumdes.

Namun yang diutamakan nantinya adalah warga Sukabangun dalam terlebih dahulu dan setelah berkembang selanjutnya baru mengarah ke Sukabangun luar, yang akan dilakukan sesuai system kerja yang sudah direncanakan.

Anggaran APBD Desa/DD berlakunya semejak kapan, jawaban Sapri belum pernah dilakukan selama ini, dan pada saat serah terima total dana yang diberikan, yaitu Rp.139.400.000, anggaran di tahun 2018, adanya dugaan selama ini dari 2018-2020, dana tersebut tidaklah dikelola serta tidak ada kejelasan, dan tidak menutupi kemungkinan dari angka dana pengeluaran pun tidaklah stabil.

Alasan Sapri pada saat diminta keterangannya mengatakan bahwa anggran 2018 yang dari Rp.139.400.000 yang sudah dikeluarkan dari dana yang terpakai sudah ada laporan bulan/tahunan ke desa serta Ke Kecamatan, namun adanya ketidak singkronan antara jawaban Harun selaku kepala desa maupun Sapri, seperti yang dikatakan Harun pada saat awak media Amunisi temui di kantor desanya tepat di ruang kerjan pada edisi lalu mengatakan bahwa desapun belum pernah menerima laporan

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *