PMKRI Cabang Tual Gelar Aksi Tolak Deklarasi #2019GantiPresiden

  • Whatsapp

Oleh Jecko Poetnaroeboen

LANGGUR, AMUNISINEWS.CO.ID – Sejumlah mahasiswa – mahasiswi yang tergabung dalam Organisasi Kepemudaan, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indinesia (PMKRI) Cabang Tual menggelar aksi turun ke jalan raya menolak Deklarasi #2019 GantiPresiden di Pertigaan Lampu Merah Ohoijang Kabupaten Maluku Tenggara.

Ketua Presidium PMKRI Cabang Tual, Damianus Gerenz Ohoiwutun kepada media Amunisinews, Senin (10/9), ditemui pada saat aksi di pertigaan lampu merah Ohoijang megatakan, bahwa aksi turun ke jalan raya berkaitan dengan isu  berkembang saat ini dan kegiatan  dengan topik Ganti Presiden 2019 serta akan hadirnya Ratna Sarumpaet di bumi Larvul Ngabal.

“Menurut kajian kami, bahwa penolakan guna menghindari  pertikaian serta dokritan yang nantinya sebagai pemicu serta perpecahan yang terjadi pada bangsa ini dan bahkan sampai di daerah Kei ini serta hal – hal yang dapat merusak kebersamaan persaudaraan serta nilai etika yang ada,” ujar Ohoiwutun.

Untuk itu, katanya,  PMKRI Cabang Tual menolak kehadiran Ratna Sarumpaet di bumi larvul Ngabal serta deklarasi dalam bentuk apapun menjelang pemilu 2019 di bumi yang beradat ini.

“Kami sangat sadari sungguh bahwa negara memberikan kebebasan kepada setiap warga negara namun perlu untuk dipahami dan dilaksanakan dengan penuh etika yang bermartabat guna menuju indonesia yang adil dan jujur,” katanya.

Selain itu, hal ini juga sudah menjadi tanggung jawab kita semua sebagai elemen bangsa tetap harus menjaga dan merawat pancasila guna NKRI  dicetuskan tgl 17 Agustus 1945 tetap satu, utuh, dan berkeadilan.

“Kami sanggat menghargai hak setiap warga negara namun perlu kami sampaikan degan tegas sesuatu yang di haruskan dengan penuh nilai dan etika. Agar bangsa ini tetap aman dan damai menjelang pemilu 2019 nanti,” ujarnya.

Harapan Ohoiwutun kedepan, bahwa siapa yang menjadi presiden nantinya adalah merupakan presiden kita. Kami menyatakan sikap kami tetap mengawal proses pemilu nanti agar tidak terjadi hal – hal yang kemudian dapat merusak kehidupan berbangsa di Indonesia juga kehidupan orang basudara di bumi larvul Ngabal ini,” ucapnya.

“Kami juga menghimbau kepada semua masyarakat agar tetap bergandengan tangan guna menjaga kebersamaan kekeluargaan dan tidak gampang terprofokasi degan isu – isu yang dapat merusak kehidupan kita baik di indonesia secara umumnya dan di Maluku tenggara secara khususnya,” pungkasnya.

 

Pos terkait