Pokja Diduga Arahkan Salah Satu Peserta Lelang Untuk Menjadi Pemenang

  • Whatsapp

IMG-20170428-WA0007

SUNGAILIAT, AMUNISINEWS.COM–Pokja lelang pada paket pembangunan gedung Instalasi Rawat Jalan RSUD Sungailiat kabupaten Bangka dengan pagu dana Rp.15 milyar diduga sudah mengarahkan kepada satu peserta lelang untuk menjadi pemenang dalam tender.

Hal itu terbukti dari pengakuan salah satu peserta lelang yang minta namanya dirahasiakan kepada amunisinews.com, ada beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan lelang paket kontruksi Rp 15 milyar tersebut.

“Beberapa kejanggalan kita temukan dalam persyaratan yang diminta oleh pokja dicantumkan dalam dukomen pengadaan secara elektronik,” katanya pada Jumat (27/4).

Kejanggalan itu antara lain seperti pertama pada poin.2. Pada poin ini panitia meminta persyaratan untuk Pelaksana lapangan pendidikan minimal D.IV Tehnik Sipil atau S1 Tehnik Sipil.

“Kedua untuk tenaga Site Manager diminta lebih rendah dari pelaksana lapangan, dan ketiga Pokja menetapkan Subbidang BG 009 padahal subbidang 009 itu dalam LPJK No.10 Tahun 2009 hanya untuk bangunan tempat ibadah dan penjara,” ungkapnya lagi.

Tidak cukup dengan itu, Pokja juga meminta penyedia melampirkan surat garansi dari Distributor resmi untuk pekerjaan Ready Mix.

“Pokja juga meminta peserta melampirkan surat garansi dari distributor resmi untuk pekerjaan ready mix, padahal garansi resmi untuk pemeliharaan dan perbaikan dari Ready Mix itu tidak masuk akal,” kesalnya.

Selain itu pokja mencamtumkan tentang Material Akustik, tetapi dari Elektrikal dan Mekanikal tidak diminta.

“Saya rasa tidak masuk akal, pokja meminta mencantumkan tentang meterial akustik, padahal semestinya panitia meminta elektrikal dan Mekanikal bukan material akustik,” kesalnya.

Dalam hal akustik ini kami duga Pokja dan PPK dari PU TR kabupaten Bangka kelihatannya memang sudah mengarahkan kepada salah satu pemilik toko Material akustik.

“Konon infonya salah satu pemilik toko akustik di Pangkalpinang sudah menjadi langganan oknum Dinas PU TR kabupaten Bangka, bertahun tahun sudah toko ini menjadi langganan oknum Dinas PU kabupaten Bangka untuk memasarkan produknya.

Awalnya dulu Baja ringan berlanjut ke plafond sejenis shunda plafond, setelah itu atap Genteng Selulosa Bitumen. Dan sekarang material akustik,” kesal

Pemilik toko itu akan menolak memberi dukungan kepada penyedia, kalau bukan arahan dari oknum Dinas PU TR kabupaten Bangka,

“Toko tersebut akan menolak memberikan Surat Dukungan dengan berbagai macam alasan, mulai dari printer rusak, sakit dll, kalau bukan arahan dari oknum Dinas PU TR kabupaten Bangka dan anehnya salah satu peserta mendapat dukungan dari toko ini, yang lain tidak diberikan dukungan,” terangnya.

Hal yang sama dengan dukungan dari distributor Elevator atau Lift, kelihatan sekali pokja dan PPK sudah mengarahkan kepada salah satu distributor.

“Untuk elevator atau lift ini bahkan sudah mengacu pada satu merk terbukti pada spesifikasi teknisnya dibuat berdasarkan kode bukan nama material, kalau dengan kode maka hanya merk yang ditunjuk yang mengetahui,” tuturnya..(tim)

Pos terkait