Polemik Gedung 17 Lantai, 7 LSM dan Ketua Forum BPD Sidoarjo Kecam Mobilisasi Kades dan Camat

  • Whatsapp
Gabungan LSM Sidoarjo saat dikonfirmasi terkait dukungan kades dan camat atas pembangunan gedung 17 lantai dan RSUD Krian

Oleh : Yudi Nugroho/M.Tama

Gabungan LSM Sidoarjo saat dikonfirmasi terkait dukungan kades dan camat atas pembangunan gedung 17 lantai dan RSUD Krian

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Dukungan kepala desa kepada pemerintah kabupaten Sidoarjo terkait pembangunan rumah sakit baru serta gedung 17 Lantai,yang akan digunakan sebagai gedung perijinan satu atap di Sidoarjo makin memanas.
Hal itu diketahui saat hearing  yang digelar tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD kab.Sidoarjo  kemarin terungkap, kebenaran dukungan oleh sejumlah kades agar pembangunan dua gedung tersebut bisa terealisasi.

Hearing yang dihadiri tujuh kades wilayah Porong serta camat Wonoayu
tersebut mendapat sorotan beberapa LSM Sidoarjo yang tergabung dalam Seven Gab LSM Sidoarjo Kamis (30/80) mendapat kritik dan tanggapan keras.

Gabungan LSM diantaranya LSM KOMNAS,LP3M,AUU,WAR serta
Cepad, LSM PAKSI, serta KIPAS. Ketujuh LSM tersebut melaui koordinator kepada Wartawan menyampaikan beberapa hal diantaranya.
Suryanto koordinator Seven Gab LSM Sidoarjo menegaskan, bahwa rencana membangun gedung pemkab. lantai 17 serta agenda dan anggaran organisasi perangkat daerah (OPD), usulan musrenbang desa-desa, kecamatan, anggaran SKPD di kepras  sampai 50%.

Kedua gedung SKPD dan Instansi-instansi Pemkab Sidoarjo rata-rata sudah dibangun atau direnovasi.Aset gedung pemkab yang megah saat ini akan dikorbankan untuk digusur dan dimusnahkan (sangat rugi besar).Serta rencana pembangunan gedung 17 lantai tersebut tidak tercantum dalam RPJMD Kab. Sidoarjo, ini melanggar peraturan perencanaan pembangunan, tegas Suryanto ketua LSM Komnas dan dibenarkan Ahkmad Sugito ketua LSM LP3M.

Sementara Kasmuin ketua LSM Cepad menambahkan, ini bukan soal dukung mendukung gagasan dan konsep rencana yang tidak boleh dilakukan oleh kepala desa maupun camat.

Tapi indikasi dan dugaan yang nampak jelas bahwa tindakan dan gerakan yang dilakukan oleh kades dan camat yang
dimobilisasi untuk mendukung isi rancangan sebuah kebijakan penting berupa KUA PPAS itu yang teramat memprihatinkan, kata Kasmuin ‘’Camat itu siapa?, Kades itu siapa?…Camat itu pejabat struktural Bupati, yang tak selayaknya memberikan dukungan kepada sebuah kebijakan atasannya secara publis seperti itu tandasnya’’

Sementara kades/Lurah itu ASN yang memimpin pemerintahan desa dan masyarakat desa. Betapa na’ifnya ketika menyatakan mendukung sesuatu dengan menyurati maupun menanda tangani dan membubuhkan stempel desa untuk mendorong anggota DPRD agar menyetujui sesuatu. Namun ketika ditanya mereka tidak paham betul
maksud dan tujuannya, asal tanda tangan dan nyetempel saja, apa gak memalukan’’tegas Kasmuin dan serentak dibenarkan ketua LSM yang tergabung dalam Seven Gab.LSM Sidoarjo.

Sigit Setiawan ketua Forum BPD kabupaten Sidoarjo juga memberikan tanggapan saat dikonfirmasi,terkait keinginan pemda sidoarjo, membangun gedung pelayanan terpadu 17 lantai, bagi kami selaku Forum BPD Kab. Sidoarjo yang jelas mewakili aspirasi masyarakat Sidoarjo hanya dapat menyampaikan apakah sudah sedemikian pentingnya pembangunan gedung 17 lantai itu’’

Demikian juga terkait pembanguan RSUD Krian, memang yang tepat kalau kita bisa membangun sendiri karena kemampuan dananya ada, kenapa harus dengan sistem KPBU, yang pada prinsipnya dalam melaksanakan pengelolaan RS pemda Sidoarjo tidak se-leluasa kalau dibangun dengan kemampuan keuangan pemda sendiri,
Dan kemungkinan akan membebani pemda Sidoarjo dikemudian hari apabila klausul-klausul perjanjian kerjasamanya tidak di cermati dengan baik,tegas Sigit.

Dari 2 hal pokok masalah itu, baik legislatif dan eksekutif dalam menyelesaikan masalahnya harus berpijak pada azas manfaat, semua kegiatan pembangunan itu akan baik adanya kalau berimbas pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Sidoarjo. Untuk itu perlu adanya  sosialisasi rencana pembangunan tersebut kepada masyarakat Sidoarjo melalui forum forum yang ada secara obyektif, presentasikan itu.
‘’Tidak perlu mencari dukungan ke kades atau kemanapun, kalau seperti ini jadi kurang pas dalam menyikapi masalah dan kades itu bukan suporter sepakbola, mendukung kesebelasan yang di cintainya tapi belumtau hasilnya menang atau kalah, pungkasnya.

 

editor: maliki hd

Pos terkait