Polemik Senjata Diduga Memecah TNI- Polri

  • Whatsapp

Oleh Budi Setiawan

Kapolri-Tito

Kapolri (foto:ist)

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM-Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian polemik  soal pembelian senjata Brimob kini dibahas oleh 11instansi tim internal pemerintah yang dipimpin Menkopolhukam Wiranto.

“11 instansi itu diminta untuk memberikan pendapat dalam menyelesaikan polemik tersebut, dan saat ini tim mulai menggelar rapat awal membahas teknis penyelesaian polemik regulasi dan perizinan pengadaan senjata,” kata Kapolri, pada Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPR, Kamis (12/10).

Menurut Tito, Menkopolhukam Wiranto selaku ketua akan menyampaikan hasil kajian tim internal tersebut. Tito meminta polemik itu tidak berlanjut ke ranah publik.

“Kemarin sudah masuk ke rapat yang teknis untuk membentuk tim pengaturan regulasi dan lain-lain,” ujarnya.

Tito menegaskan hubungan Polri dan TNI menjadi alasan dirinya meminta polemik tersebut dihentikan. Ia khawatir, ada pihak ketiga yang memanfaatkan polemik tersebut untuk memecah hubungan Polri dengan TNI.

“Hubungan TNI dan Polri jadi hal yang jauh lebih penting. Karena ini adalah dua pilar NKRI,” ujar Tito.

Tito pun menyatakan, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah menegaskan hubungan TNI dan Polri harus solid. Para personel diminta tidak terpengaruh isu yang dapat memecah hubungan TNI dan Polri.

“Bapak Panglima TNI sepakat dengan kami saat apel lalu, sudah menyampaikan dengan tegas bahwa hubungan Polri dengan TNI di semua lini harus solid,” katanya

Kargo itu berisi 280 pucuk senjata Stand Alone Grenade Launcher (SAGL) kaliber 40 x 46mm dan amunisi RLV-HEFJ kaliber 40x 46mm mencapai 5.932 butir.

TNI menilai, amunisi yang hendak digunakan Korps Brimob itu membahayakan sehingga perlu diteliti lebih mendalam.

Editor Hendra Usmaya

Pos terkait