Polisi Hentikan Pencuri dengan Timah Pana

  • Whatsapp

oleh Ulis JP

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-Subdit 6 Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil melumpuhkan seorang tersangka spesial pencuri rumah kosong dengan timah panas di kakinya. Pasalnya, saat ditangkap, spesali pencuri rumah kosong itu berusaha melarikan diri.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, alasan petugas memberikan hadiah timah panas terhadap seorang spesial pencuri rumah kosong (Rumsong) berinisial I ini, karena pelaku berusaha melarikan diri saat diamankan polisi.

“Petugas langsung membak kaki pelaku, karena pelaku ingin melarikan diri, ketika ditangkap petugas,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis,(19/02).

Menurut Yusri, pelaku sebelumnya, adalah seorang pedagang pece lele di jalan Mandor Demong Bekasi Timur, Jawa Barat. Karena tekanan ekonomi yang tak bisa terbendung kebutuhan hidupnya, akhirnya warga jalan  Mandor Demong, Bekasi Timur, Jawa Barat ini, berniat untuk mencuri barang – barang yang terdapat pada rumah kosong, atau rumah yang ditinggal tuannya berpergian.

“Karena tekanan ekonomi dan hasil dagangan pece lele yang tak bisa memenuhi kebutuhannya, alasan pelaku niat melakukan pencurian pada rumah kosong,” tambahnya.

Sebelum melakukan aksi curian itu, pelaku lanjut Yusri, melakukan mapping. Hal itu dilakukan pelaku, guna mencari sasaran yang akan dilakukannya dalam aksi kejahatannya itu.
Subdit 6 Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya berhasil melumpuhkan seorang tersangka spesial pencuri rumah kosong dengan timah panas di kakinya. Pasalnya, saat ditangkap, spesali pencuri rumah kosong itu berusaha melarikan diri.

Kabid Humas Pda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus mengatakan, alasan petugas memberikan hadiah timah panas terhadap seorang spesial pencuri rumah kosong (Rumsong) berinisial I ini, karena pelaku berusaha melarikan diri saat diamankan polisi.

“Petugas langsung membak kaki pelaku, karena pelaku ingin melarikan diri, ketika ditangkap petugas,” kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Kamis,(19/02).

Menurut Yusri, pelaku sebelumnya, adalah seorang pedagang pece lele di jalan Mandor Demong Bekasi Timur, Jawa Barat. Karena tekanan ekonomi yang tak bisa terbendung kebutuhan hidupnya, akhirnya warga jalan  Mandor Demong, Bekasi Timur, Jawa Barat ini, berniat untuk mencuri barang – barang yang terdapat pada rumah kosong, atau rumah yang ditinggal tuannya berpergian.

“Karena tekanan ekonomi dan hasil dagangan pece lele yang tak bisa memenuhi kebutuhannya, alasan pelaku niat melakukan pencurian pada rumah kosong,” tambahnya.

Sebelum melakukan aksi curian itu, pelaku lanjut Yusri, melakukan mapping. Hal itu dilakukan pelaku, guna mencari sasaran yang akan dilakukannya dalam aksi kejahatannya itu.

“Pelaku berjalan kaki serta memantau rumah kosong, jika tidak ada orang atau rumah yang rumputnya tumbuh dan tak terawat, pelaku langsung menggasak,” tandasnya.

Atas perbuatnnya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.
“Pelaku berjalan kaki serta memantau rumah kosong, jika tidak ada orang atau rumah yang rumputnya tumbuh dan tak terawat, pelaku langsung menggasak,” tandasnya.

Atas perbuatnnya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 363 KUHP Tentang Pencurian dengan Pemberatan, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *