Polisi Kita, bukan Polisi yang Mudah Disuap

  • Whatsapp

oleh Dra

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Polisi baik akan dikenang jasa dan pengabdiannya,sepanjang Polri masih ada. Begitu juga polisi yang kurang baik, yang sudah lancung dalam ujian akan dikenang dari sisi negatifnya.

Baru-baru ini, tiga jenderal telah mencoreng nama baik Polri dalam kasus Djoko S Tjandea (Djokotjan). Akibat ulah tiga jendferal tersebut nama Polri tercabik.

Untungnya masih banyak polisi baik. Di antaranya, anggota Satuan Polisi Jalan Raya (PJR) Kartasura, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jawa Tengah, yang berhasil meringkus tiga bandit lintas provinsi. Padahal, para bandit tersebut bersenjata api.

Indonesia Crisis Center (ICC), lembaga independen yang didirikan oleh tokoh angkatan 45 DKI Jakarta dan bergerak dalam penegakan hukum menyoroti dua hal berbeda, tentang polisi tersebut.

Melalui Ketua Umumnya HR Djoko Sudibyo, SH  menyoroti apa yang dilakukan oleh tiga petinggi Polri tersebut merupakan hal yang sangat memalukan. “Kok bisa anggota Polri yang sudah memahami tupoksiny atersebut memberikan hak istimewa kepada buronan?” tanya Djoko Sudibyo, yang banyak memberikan masukan kepada pemerintah dalam mempercepat proses pemberantasan korupsi di Indonesia, yang dihubungi,Jumat (24/7/2020)..

Biarlah, kata Djoko Sudibyo, para jenderal tersebut mendapat ganjaran yang setimpal dari petinggi Polri. Percayakan saja kepada pimpinan Polri. “Kapolri Jenderal Idham Azis pasti berbuat yang terbaik buat negara ini,,Tapi kita juga patut terus mengaswasi,” imbuh Djoko Sudibyo.

Sementara, saat gunjang-ganjing tiga jenderal, kabar menyenanghkan datang dari Jawa Tengah, tepatnya dari Unit 7 Satuan PJR Polda Jawa Tengah. Satuan ini  berhasil menangkap tangan tiga penjahat yang hendak kabur dari Jawa Timur ke Jawa Tengah sambil membawa lebih dari Rp 400 juta.

Untuk merndapatkan pencapaian tersebut, urai Djoko Sudibyo, perlu disiplin diri, kekompakan tim, kerja keras, sekaligus dukungan pimpinan dan jajaran di lapangan untuk sabar dan konsisten mengawasi dan mengikuti pergerakan penjahat dari detik ke detik tanpa kenal lelah

Menurut Djoko Sudibyo, garda terdepan di lingkungan Ditlantas Polda Jawa Tengah ini patut diapresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya atas usaha dan upayanya menempatkan hukum sebagaimana seharusnya.

Aksi tangkap tangan tiga penjahat kakap lintas provinsi tersebut membuktikan bahwa anggota Sat PJR Kartasura memahami intisari Polantas Candi dan Polantas Hadir yang digulirkan Dirlantas Kombes Pol Arman Achdiat.

Selaku atasan Satuan PJR, ia piawai merumuskan bagaimana sebaiknya kepolisian hadir memerangi kejahatan yang berkembang sistematis didukung teknologi canggih. Dalam tataran kepemimpinan, rumusan Arman Achdiat sesungguhnya memanifestasikan Kepemimpinan Hadir.

“Kepemimpinan hadir adalah model kepemimpinan yang berbasis nilai, merupakan strategi agar dekat di hati anak buah demi mencapai tujuan bersama, baik institusi maupun anggota,” ucap pendiri ICC ini.

Dua fenomena yang berbeda dari dua ‘kelompok’ polisi ini harus dipisahkan karena ini bukan strereo tape dari sikap Polri, tergantung dari pribadi yang terikat oleh sumpah dan janji anggota Polri.

Maka, selayaknya yang mencoreng mendapat punishment (hukuman) dan yang berjasa dalam tugas seperti PJR Ditlantas Polda Jateng itu patut diberi reward (penghargaan).

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *