Politeknik Perikanan Tual Teken MoU dengan Pemdes OHoidertawun

  • Whatsapp

 

Oleh Jecko Poetnaroeboen

LANGGUR, AMUNISINEWS.CO.ID – Penandatangan MOU (nota kesepahaman) antara Politeknik Perikanan Negeri Tual (Polikant) Program Studi Bioteknologi Perikanan dan Pemerintah Desa Ohoidertawun bertujuan untuk menjadikan ohoi (desa) Ohoidertawun sebagai salah satu desa binaan bioteknologi untuk pemanfaatan dan pengembangan sumber daya laut, darat maupun limbah untuk kebutuhan masyarakat setempat.

Hal ini dikatakan oleh, Dr. Chenny Putnarubun. M. Si kepada media Amunisinews, Sabtu (22/9), dikonfirmasi pada minggu pekan kemarin.

Ketua Program Studi Bioteknologi Perikanan, Dr. Chenny Putnarubun. M. Si saat di konfirmasi mengatakan bahwa nota kesepahaman kerja sama (MoU) Polikant Tual bersama pihak Ohoi Ohoidertawun dalam rangka menjadikan desa itu menjadi desa binaan Polikant, dalam hal ini program studi bioteknologi.

“MoU bersama Ohoi untuk dijadikan desa binaan program studi bioteknologi perikanan, sehingga sumber daya perikanan dapat dimanfaatkan masyarakat setempat melalui bimbingan dari program studi kami,” kata Cenny.

Selain itu, program studi bioteknologi akan secara kontinyu bersama-sama masyarakat Ohoidertavun mengelola yang ada maupun limbah yang ada.

Putnarubun mengatakan, bahwa Ohoidertawun itu adalah salah satu daerah wisata yang terbaik di kepulauan Kei Kabupaten Maluku Tenggara, dan produk perikanannya pun juga jauh lebih banyak.

“Ohoidertawun juga tempat kampus kami beberapa kali melaksanakan pengabdian dan penelitian, sehingga kami perlu bersama-sama menjaga serta mengembangkan desa ini,” katanya.

Oleh karena itu, Salah satu sentuhan bioteknologi yang diterapkan di ohoi itu yakni pemanfaatan sampah, dimana sampah bukan hanya dibersihkan, dikumpul dan dibakar, namun diolah menjadi bahan yang dapat dimanfaatkan.

Lebih lanjut, Pejabat Kepala Ohoi (desa) Ohoidertavun, Regen Rahakbauw menyampaikan, pihaknya sangat berterima kasih atas kehadiran para cendikiawan dari program studi bioteknologi Politeknik Perikanan Tual, yang memiliki tujuan mulia menyejahterakan masyarakat desa itu.

“Diawali dengan pembersihan pantai di sini, kemudian ada sesuatu yang baru dimana Bioteknologi menampilkan ke kita bentuk-bentuk pengolahan limbah ini sendiri sangat baik bagi kami,” kata Regen.

Regen menambahkan, bahwa kita akan bekerja sama dengan Polikant akan terus dilakukan, dimana dari pihak ohoi juga menyampaikan konsep-konsep perencanaan, pelaksanaan, bahkan pertanggung jawabannya.

Regen mencontohkan, selain pariwisata satu produk yang ingin dikembangkan yakni pemanfaatan Siput (Mas Ngur) yang banyak ada di pantai Ohoidertavun.

 

harapan Regen, bahwa kegiatan bioteknologi di desa itu akan terus berkelanjutan, dan masyarakat setempat akan mendukung sepenuhnya.

 

“Setiap tahunnya pasti ada pelatihan teknologi tepat guna yang ada di APBDes, maka akan kita pergunakan untuk bekerja sama dengan Polikant Tual terutama Program Studi Bioteknologi Perikanan,” kata Regen.

Pos terkait