POLRES SINGKAWANG DIHARAPKAN TURUN TANGAN

  • Whatsapp
Rumah warga yang di rusak

Rumah warga yang di rusak

RUMAH WARGA YANG DIRUSAK

AMUNISINEWS.COM, SINGKAWANG,—Lim Miau Tjhin, wanita berusia (54) yang tinggal di Gang Said Harun No. 1C RT039/11 Kelurahan Melayu, Kecamatan Singkawang Barat, Kota Singkawang, Kalimantan Barat, nasibnya sungguh malang. Rumahnya ‘digangsir’ orang. Ujung-ujungnya bukannya mendapat gantirugi atau per baikan, malah dia yang harus membayar. Keterlaluan!

Peristiwa mengenaskan ini terjadi pada Selasa (6/12). Hari itu, dia kedatangan sekelompok orang terdiri dari seorang mandor pekerja bernama Jasa dan empat pekerja.
Kelompok orang itu, tiba-tiba saja membongkar bagian rumah Lim Miau membuat saluran yang akan menembus bagian tengah rumahnya.

Terang saja Lim Miau keberatan dan memerotes ulah mandor Jasa dan anak buahnya. Tapi, mandor itu bukannya menghentikan pekerjaan malah berdalih bahwa pekerjaan tersebut dilakukan atas perintah Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Bahkan, Akhiong, Ketua RT setempat yang mencoba menghentikan pekerjaan ilegal itu dian-cam oleh Jasa akan dilaporkan ke polisi. Atas ancaman dan tuduhan menghambat pekerjaan pemerintah, Akhiong tak berdaya.

Lim Miau, pemilik rumah mencoba menelusuri dan menghubungi PU terkait perusakan rumahnya, berdalih pembuatan saluran air tanpa pemberitahuan sama sekali, ternyata pihak PU, melalui Bangun, staff PU membenarkan bahwa ini bukan proyek galian PU. “Itu bukan pekerjaan PU,” tegas Bangun saat meninjau langsung lokasi galian tersebut pada Minggu (11/12).

Mengetahui pekerjaan tersebut liar, pemilik rumah melalui anaknya Hendy bersama Ketua RT Akhiong melaporkan kejadian tersebut ke Polres Singkawang, pada Jumat (16/12).
Di hadapan polisi, Hendy menyebut bahwa rumahnya dirusak mandor Jasa, dengan dalih perintah PU.
Bahkan pemilik rumah diperas harus bayar Rp2,5 juta bila ingin galian ditutup kembali.

Saat itu, tiga anggota Polres langsung meninjau ke lokasi, dan menyaksikan adanya pengerusakan rumah tersebut.
Anehnya, polisi tidak bersedia menerima laporan dengan memberikan surat laporan polisi (LP) layaknya masyarakat melapor ke polisi bila ada masalah, apalagi pengerusakan rumah.

Anggota Polres Singkawang hanya menganjurkan hubungi kembali bila pekerjaan tersebut dilanjutkan, dengan memberikan nomor ponsel anggota polisi bernama Ricky..
“Hubungi lagi polisi bila ada pengerusakan kembali,” kata Bripka Ali Sadikin, setelah memberikan nomor ponsel milik Ricky.

Sementara, Ricky yang dihubungi Amunisinews.com membantah polisi tak mau menerima laporan masyarakat.
“Kami mencoba memediasi dulu. Kami sudah tinjau lokasi dan memberikan nomor HP bila dilakukan perusakan lagi,” katanya.

Ricky membenarkan pekerjan galian saluran yang menembus rumah Lim Miau bukan pekerjaan PU, dengan tanda tidak ada papan proyek.
“Kita dapat informasi tenang mandor Jasa, tapi itu mungkin nama samaran,” katanya lagi.

Perusakan rumah milik Lim Miau ini memang rada aneh. Selain polisi belum mau menerima laporan, Kepala kelurahan setempat juga bukannya menyelesaikan persoalan malah meminta pemilik rumah menunjukkan ser tifikat rumah. Apa kaitannya?

Diduga mandor Jasa dan para pekerja suruhan pihak tertentu yang merasa kegiatan atau eksis-tensinya terganggu atas rumah Lim. Kapolres Singkawang AKBP Sandi Alfadien Mustafa, diharapkan mau membantu masyarakat dengan menerima laporan dan memeriksa pihak-pihak yang terlibat.

 

 

Oleh:* bon/yan

 

 

 

 

 

 

Pos terkait