Polres Tulungagung Siap Kawal Jenazah COVID-19

  • Whatsapp

Oleh, Tim

TULUNGAGUNG, AMUNISINEWS.CO.ID.– Akhir-akhir ini, isu penolakan jenazah COVID-19 oleh warga menjadi perbincangan hangat
khalayak luas. Padahal, penguburan jenazah sudah memiliki protokol khusus yang aman.

Atas penolakan tersebut, simpati mengalir deras dari berbagai pihak. Beberapa warga yang peduli bahkan ikut menyumpang tanah mereka untuk lahan pemakaman jenazah COVID-

Kepedulian yang sama juga ditunjukkan oleh Polres Tulungagung. Melalui Satlantas Polres Tulungagung, korps baju coklat ini menyatakan siap mengawal jenazah Covid-19 dari Rumah Sakit hingga ke pemakaman umum daerah setempat.

Kasat Lantas Polres Tulungagung, AKP Aristianto Budi mengatakan, protokol kesehatan dalam pemakaman tidak hanya diberlakukan untuk terkonfirmasi COVID-19. Namun juga untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP), hingga Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Seperti yang tergambar dalam Tactical Floor Game (TFG) dan Gladi SOP pengawalan jenazah COVID-19, dalam rangka persiapan Operasi Ketupat Semeru 2020 yang digelar oleh Satlantas, di halaman Mapolres Tulungagung, Kamis, 23 April 2020 sore.

“Kita siapkan mobil patwal untuk mengawal ambulance. Tentu setelah berkoordinasi dengan rumah sakit menuju ke pemakaman umum,” ujarnya kepada Wartawan

Pengawalan Patwal
Aris menjelaskan, dalam gladi SOP pengawalan jenazah yang dilakukan kemarin, pihaknya memerintahkan dua orang anggotanya untuk memeragakan pengawalan ambulance jenazah menggunakan mobil patwal, dengan diiringi ambulance dari rumah sakit menuju ke pemakaman umum.

Hal ini dilakukan untuk mematangkan pelaksanaan pengawalan jenazah warga Tulungagung yang hendak dimakamkan di masa pandemi ini.

“Jadi kita berusaha meminimalkan potensi penolakan untuk jenazah yang dimakamkan dengan protokol kesehatan yang ada selama masa pandemi ini,” ucap Aris.

Aris menegaskan, kendati tidak bersentuhan langsung dengan jenazah, pihaknya tetap meminta anggotanya untuk menggunakan Alat Pelindung Diri (APD). Seperti Masker, Face Shield Protector, kemudian Baju terusan mirip baju hasmat yang dikenakan petugas medis, sarung tangan hingga sepatu boot.
“Kita tetapkan protokol kesehatan untuk anggota yang ikut dalam pengawalan ini. Harus menggunakan APD untuk melindungi diri dan tetap menerapkan social distancing,” pungkasnya. Pihaknya memastikan keamanan dan keselamatan anggotanya selama bertugas.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *