Polsek Cengkareng dan Kasie SIM Beda Pendapat Soal Pengeroyok Wartawan

  • Whatsapp

oleh mus/lis

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-Kasie SIM Ditlntas Polda Metro Jaya Kompol Lalu Edwin beda pendapat dengan Kanit Reskrim Polsek Cengkareng, AKP Antonius soal pengeroyokan wartawan.

Lalu Edwin menyebut Yori, wartawan yang dikeroyok itu babak belur dihajar tukang ojek di luar Satpas SIM.

Sementara,  Kanit Serse Poksek Cengkareng AKP Antonius mengakui dua orang calo yang di Satpas SIM Daan Mogot, Jakarta Barat bernama Muhammad Taufan dan Johan memang mencari orang untuk membuat SIM di sana.

“Dua orang yang ditangkap itu benar calo,” kata Antonius, Jumat (31/1/2020).

Nah, teman- teman para calo itulah yang diduga mengeroyok Yori yang dicurigai melapor ke Tinsus sehingga dua temannya tangkap.

Kanit mengatakan  masih kesulitan mengetahui jumlah pelaku yang mengeroyok Yori karena minim CCTV. Sehingga, pihaknya memilik mendalami kasus ini dengan memeriksa para pelaku.

“Sudah kita dalami ada yang kita tangkap lagi tersangka kan dijadikan saksi juga ditanya siapa yang mukuli,” tandasnya.

Menurut informasi dari sembilan yang ditangkap  tujuh dijadikan saksi.

 

PWI Pro-aktif

Sementara, PWI Jaya dinilai pro-aktif menanggapi persoalan kekerasan terhadap wartawan ini.

Ketua PWI DKI Jakarta Sayid Iskandarsyah langsung mengutus Wakil Bidang Pembelaan Wartawan Aman Suparman untuk mendampingi yori dalam proses lebih lanjut.

“Saya sudah komunikadi dengan Yori dan siap mendampinginya bila diperlukan,” kata Sayid.

Yori tercatat sebagai anggota PWI DKI Jakarta atas nama media Amunisi dan deteksionline sebelum pindah ke Tribrata, milik Polri.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *