Posko Layanan Sosial di Dermaga JICT II Jakarta Utara

  • Whatsapp

Oleh, Red

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Utara mendirikan Posko Layanan Sosial di Dermaga JICT II, Tanjung Priok. Pendirian posko merupakan bentuk kolaborasi dalam upaya proses evakuasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ182.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Administrasi Jakarta Utara Yusuf Majid mengatakan, Posko Layanan Sosial Jakarta Utara telah didirikan pada Sabtu (9/1) malam di Dermaga JICT II, Tanjung Priok. Posko terdiri dari dua tenda yakni milik Suku Dinas Sosial dan Satpol PP Kota Administrasi Jakarta Utara.

“Posko Layanan Sosial Jakarta Utara telah kami dirikan kemarin malam. Didirikan oleh petugas Tagana Taruna Siaga Bencana) Sudin Sosial dan Satpol PP,” kata Yusuf saat dikonfirmasi, Minggu (10/1).-dirilis.utara.jakarta.go.id.

Dijelaskannya, posko ini berfungsi sebagai lokasi layanan sosial bagi keluarga korban, petugas hingga logistik selama proses evakuasi korban.

Begitu pun Kendaraan Dinas Operasional (KDO) yang disiagakan selama 24 jam di lokasi tersebut.
“Untuk keluarga korban dan petugas silahkan manfaatkan Posko Layanan Sosial yang telah kami dirikan,” jelasnya.

Tak hanya itu, Kepala Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Utara Yudi Dimyati menerangkan sejumlah Ambulan Gawat Darurat (AGD) milik Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Tanjung Priok, dan Pelindo telah disiagakan di lokasi tersebut.

Begitu pun 12 ambulan dari enam Puskesmas Kecamatan turut disiagakan apabila dibutuhkan untuk proses askalasi di Dermaga JICT II.
“Untuk penanganan korban, telah siap IGD (Instalasi Gawat Darurat) RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) di Jakarta Utara seperti RSUD Koja, Cilincing dan Tanjung Priok dan seluruh rumah sakit swasta di Jakarta Utara. Tim kesehatan di luar Jakarta Utara dibawah komando langsung Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta,” tutupnya.

Diketahui, Pesawat Sriwijaya Air SJ182 tujuan Jakarta-Pontianak jatuh di sekitar perairan Pulau Laki, Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) kemarin. Tim gabungan hingga saat ini masih berjibaku melakukan upaya evakuasi terhadap 50 penumpang dan 12 kru yang tercatat berada di dalam pesawat nahas tersebut.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *