PPK Proyek Dermaga Perikanan: Pemborong Harus Secepatnya Selesai Pekerjaan

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.CO.ID-Slamet.S.ST Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) proyek pembangunan Dermaga Tambat Labuh milik Dinas Perikanan Belitung Provinsi Bangka Belitung menghimbau kepada pemborong dari CV.Amanah Bunda untuk secepatnya menyelesaikan pekerjaan pembesian dan bekisting karena akan melakukan pengerocan dengan sistem Ready Mix.

Imbauan itu diungkapkan oleh Slamet.S.ST disaat menjawab konfirmasi Amunisi News melalui pesan WhatsApp, Minggu (28/10/2018),

“Walaikumussalam wr wb,  insha Allah pengecoran minggu ini kalau pembesian sudah selesai,” ungkapnya.

Slamet juga tekankan bahwa pemborong sudah harus menyelesaikan pembesian dan bekisting dalam minggu ini, supaya pengecoran sekali jalan,

“Pembesian sama bekisting harus selesai semua karena mau pake ready mix supaya sekali jalan,” tambahnya lagi.

Selanjutnya Slamet jelaskan selalu membuat evaluasi progres pekerjaan supaya pekerjaan tidak minus dari schedul dan pemborong juga diminta mempercepat pekerjaan dengan menyiapkan stok material dan penambahan tukang,

“Setiap bulan kita adakan pertemuan buat evaluasi pekerjaan,  selama progresnya tidak minus dari schedul tidak dikeluarkan teguran. Tetapi tetap dihimbau untuk percepatan pekerjaan dengan menyiapkan stok material dan penambahan tukang”, tulis Slamet, Minggu (28/10).

Seperti sudah diberitakan, berdasarkan pantauan dilapangan pada Senin ( 22/10/2018) ditemukan pemasangan tiang pancang sebuah Dermaga milik Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dengan ukuran lebar Dermaga 3 Meter dan Panjang Dermaga 8 Meter serta panjang tiang pancang sesudah di cetak itu 4 meter, masih dilakukan menggunakan sistem tradisional, terlihat beberapa tukang bangunan sedang menurunkan tiang pancang kedalam Laut dan menancapkannya kedasar laut dengan memasang selang semprotan diujung tiang pancang tersebut.

Pejabat Pembuat Komitmen ( PPK) Slamet S ST mengakui bahwa tiang pancang proyek Dermaga milik dinasnya itu dipasang dengan sistem tradisional, dengan alasan dana untuk proyek itu terlalu kecil sedangkan kalau menyewa alat Hammer harga mahal.

“Memang pak kami pasang secara tradisional, karena kalau menyewa hammer biayanya sewanya mahal dan tanah disini cukup keras kok”, katanya saat menemani wartawan investigasi lapangan di proyek Dermaga itu, Rabu (24/10.

Berdasarkan Papan Nama yang terpasang, proyek pembangunan Dermaga Tambat Labuh itu milik Dinas Perikanan Kabupaten Belitung dan dikerjakan rekanan dari CV.Amanah Bunda dengan pagu dana Rp.481.248.785,00.- dengan masa pelaksanaan 180 hari kalender dan tanggal kontrak tanggal 22 Juni 2018 dan terpantau saat itu hanya 4 orang tukang yang bekerja di proyek Dermaga itu, semestinya minimal 10 orang tukang.

Pos terkait