Presiden Angkat Ajudan Asal Papua

  • Whatsapp
Kapolri Jenderal Tito Karnavian turut menyikapi Fatwa Haram MUI terkait pelarangan atribut Natal. (foto : Istimewa)
Kapolri Jenderal Tito Karnavian turut menyikapi Fatwa Haram MUI terkait pelarangan atribut Natal. (foto : Istimewa)
Kapolri

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM: Kapolri Jendral Tito Karnavian menyatakan, diangkatnya Kombes Jhonny Edison Isir sebagai Ajudan Presiden Joko Widodo, memang pernah didiskusikan Jokowi dan Tito beberapa waktu lalu. Tito mengaku sempat ditanya Jokowi soal ajudannya yang berasal dari Papua.

“Jadi gini pada waktu hari upacara bhayangkara 1 Juli. Waktu itu kan ada syukuran. Pak Presiden mungkin melihat ajudan saya Stefanus, Papua kan. Beliau kemudian menanyakan kepada saya. ‘Ajudannya pak Kapolri orang Papua?’. Dia lihat. Saya bilang, ‘Betul pak. Bagus pak 5 tahun ikut sama saya. Cerdas apa loyal bisa memahami apa yang kita inginkan,” kata Tito di Resto Kopi Tiam Mapolda Metro Jaya, Rabu (16/8/2017).

Tito menjelaskan, perbincangan itu pun berlanjut karena Presiden mengaku ingin memiliki seorang ajudan dari Polri yang berasal dari Papua. Tito pun mulai menawari Jokowi beberapa anggota Polri berprestasi dari Tanah Papua.

“Kemudian beliau menyampaikan saya juga ingin punya ajudan orang Papua. Kemudian saya sampaikan, Pak kalau bapak mau kebetulan ajudan-ajudan kami yang lain di tiga angkatan darat laut udara itu 96 dan di ada yang 96 polisi ada juga yang dapat Adi Makayasa. Akabri, Akmil, AL, AU Akpol satu-satunya yang pernah Adi Makayasa itu juara satu itu adalah yang ini, yang namanya Jhony Edison. Anaknya pintar, pengalaman di Jawa sudah, ke timur, kemudian di Papua juga pernah jadi Kapolres di gunung Wamena Manokwari dua tempat yang sangat dinamis keamanannya tapi dia bisa kelola dan dia juga lulusan dari Australia masternya di bidang crime prevention. Jadi bahasa Inggris juga sudah bagus pribadi juga bagus. Sekarang direktur reserse di Riau,” papar Tito.

Tawaran ini disambut baik. Jokowi diakui ingin mempelajari data dari anggota yang diajukan. Tito pun akhirnya mengajukan Tiga nama anggota berasal dari Papua.

“Kita hadapkan. Kata Pak Presiden, ‘Yaudah saya coba deh’. Hasilnya beliau minta data karena ajudan polri sudah hampir 6 sampai 7 bulan masuknya. Ada 3 orang ajudan. Sudah tes. Tes lulus. Cuma ini kan masalah kalo namanya mencari ajudan bukan hanya masalah kemampuan tapi juga klik gak. Ada chemistry gak. Rupanya beliau begitu dihadapkan langsung mengatakan yak saya pilih dia (Kombes Johny Edi),” beber mantan Kapolda Metro Jaya ini.

Putra asal Papua, kelahiran Jayapura 7 Juni 1975 dipercayakan menjabat sebagai Aide-De-Camp (ADC) atau biasa disebut asisten pribadi Presiden RI Joko Widodo. Kabar ini sebenarnya kian santer diperbincangkan berbagai kalangan dan komunitas disejumlah grup media sosial beberapa waktu terakhir ini, bahwa suami dari Astrid Alice Parera yang sementara menjabat sebagai Dirkrimsus Polda Riau akan mencatatkan namanya dalam sejarah Polri.

Tapi soal membuat sejarah, sebetulnya bukan pertama bagi pemilik nama lengkap Kombes Pol Jhonny Edison Isir SIK, MTcP. Ia pernah mencatatkan hal itu, ketika menyelesaikan pendidikan Akpol pada 1996 dengan meraih penghargaan Adhi Makayasa, yang langsung disematkan oleh Presiden kedua RI, Suharto. Dialah putra Papua pertama yang mengukir namanya di Bumi Magelang, Jawa Tengah.

Sebagai, putra dari anak polisi yang ditempa dengan kehidupan yang keras, boleh dikata jauh dari berkecukupan, ayahanda dari Victoria Hermione Isir dan Velove Malikha Isir pernah merasakan bagaimana menjual nasi kuning untuk membantu ekonomi ayah dan ibunya saat masa sekolah di SMP Negeri 6 Kota Jayapura.

Tentunya sikap displin dan tepat waktu, sudah menjadi hal yang biasa baginya yang tiap hari melihat kehidupan polisi di SPN Jayapura yang tak jauh dari lokasi rumahnya. Ia bisa sukses dikatakan terbilang sukses, bukan karena saat ini, tetapi telah dibentuk dan diasa semasa kecil, baik oleh orang tua dan lingkungannya.

Bahkan semasa menjadi Kapolres Jayawijaya (2013-2014), Jhonny Edison Isir yang pernah meraih Satya Lencana Seroja (1999), Satya Lencana 8 Tahun, Satya Lencana Dharma Nusa dan Satya Lencana 16 Tahun membuat berbagai gebrakan bagi anggota Polri dilingkungannya itu. (lis)

Pos terkait