Profesor Pelaku Penganiyaan Diperiksa

Deny Saleh, korban penganiayaan

Oleh Tim

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-  Irwannur Latubual (IL),Ketua Lambaga Nasional Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (LN-PKRI), yang bergelar profesor pada Rabu (22/5/2019) kemarin dimintai keterangan oleh penyidik Polres Jakarta Pusat dalam kasus penamparan dan penghinaan terhadap Deny Saleh pekerja Asosiasi Pengelola CSR Republik Indonesia (APCRI).

Hal ini dibenarkan oleh seorang penyidik kepada wartawan. “Benar terlapor da;lam kasus penganiayaan ringan sudah kami minta keterangannya,” kata penyidik, yang secara etika tidak mau disebut namanya. “kemungkinan ada pemanggilan lagi jika keterangannya masih ada yang kurang,” ucapnya lagi.

IL dilaporkan korban Deny pada Kamis (9/5). Laporan tercatat dengan nomor LP No.782/K/V/2019/RESTRO JAKPUS. Sejauh ini korban sudah menyerahkan alat bukti berupa rekaman closed circuit television (CCTV).

Semestinya, menurut jadwal IL diperiksa pada Senin lalu, tapi menurut penyidik karena kesibukannya di KPU baru memenuhi undangan klarifikasi pada Rabu kemaren.

Selain sudah memeriksa pelapor, terlapor dan dua saksi lainnya, penyidik juga akan memintai keterangan beberapa orang yang terlihat dalam rekaman CCTV. “Kita juga akan meminta keterangan dari orang – orang yang terekam dalam CCTV itu,” tegasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Deny Saleh melapor akibat penamparan dan makian  yang dilakukan oleh Irwannur menyebabkan memar pada bagian wajahnya pada Senin (29/4) di kantor LN-PKRI yang juga kantor APCRI dilantai 12 Menera Era di kawasan Senen,Jakarta Pusat.

Menurut Deny, pemukulan bermula dia dan terlapor awalnya sama-sama berjalan di dalam kantor.”Saya menyapa dengan sopan akan tetapi Pak Irwannur menanyakan kenapa saya minta data dari anak buahnya, lalu marah-marah danmenampar saya,”ujar Deny.

Padahal saat itu, kata Deny dia sudah tanya data yang mana, tapi Prof terus saja membabibuta dengan menyerang saya menggunakan tangan kiri. Profesor juga mengumpat,”Dasar anjing urus saja pekerjaanmu,”.

“Saya menjadi bingung dan shock untungnya ada keamanan Pak Ketum yang melerai,” ujar Deny.Deny menduga data yang dimaksud adalah data laporan harian yang sebelum dia masuk kerja di APCRI dan berharap kasusnya dapat diproses demi keadilan.

Dalam rekaman CCTV yang diperlihatkan terlihat profesor beberapa menampar Deny mengenai bahu dann wajah korban.

Sementara itu, korban Deny Saleh telah menunjuk lawyer untuk membantu proses hukum kasusnya. Lawyer yang ditunjuk adalah Budi Suranto Bangun, Komarudin dan Tony Budianto.

 

23 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Pejabat PUPR Diduga Terima Uang Terima Kasih Rp711,605 juta Terkait Pengadaan Pipa di Bekasi

Kam Mei 23 , 2019
OlehTim JAKARTA,AMUNISINEWS.CO.ID-Perkara tindak pidana korupsi kembali disidangkan di Pengadilan Tipikor pada PN. Jakarta Pusat, Rabu (22/5/2019) Empat Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Anggiat Simare-Mare, Meina Woro Kustinah, Donny Sofyan Arifin dan Teuku M. Nazar dihadapkan kembali kepersidangan. Mereka didakwa […]