Presiden Joko Widodo menhimbau tidak ada lagi unjuk rasa. (Gambar : liputan6.com/Istimewa)

Proses Hukum Transparan, Presiden Minta Tak Ada Lagi Unjuk Rasa

AMUNISINEWS.COM, Jakarta – Lewat Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Johan Budi. Presiden Joko Widodo meminta masyarakat menghormati proses hukum dalam perkara dugaan penodaan agama yang dilakukan Gubernur non-aktif DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

“Presiden meminta kepada semua pihak untuk menghormati proses hukum yang sedang dan akan dilakukan Polri,” ujar Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Johan Budi Saptopribowo di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Rabu (16/11) ini.

Johan Budi juga mengatakan apa yang dilakukan Polri sudah profesional. “Apa yang dilakukan oleh Polri sekarang ini sudah memenuhi prinsip prosedural, adil, transparan, dan profesional,” kata dia di depan awak media.

Atas dasar itu pula Presiden meminta tidak perlu ada lagi unjuk rasa pada waktu mendatang menuntut mempercepat proses hukum atas Ahok, seperti unjuk rasa pada 4 November 2016 yang lalu.

Lebih baik, menurut Johan Budi, publik mengawasi proses hukum selanjutnya setelah penyidik kepolisian menetapkan Ahok sebagai tersangka perkara dugaan penodaan agama.

“Kalau ada unjuk rasa atau tidak, kan sudah disampaikan. Kita tunggu dulu proses hukum seperti apa,” ujar Johan.

 

Editor : Ryan Septriyawan

43 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

KORAN AMUNISI

dan AMUNISINEWS.CO.ID

Ide dasar penerbitan Surat Kabar Umum (SKU) Amunisi dan Amunisinews.co.id antara lain membantu pemerintah dalam upaya penegakkan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Sesuai Peraturan Pemerintah Republik Indonesia (PP-RI) No, 68 tahun 1999, yang ditetapkan pada 14 Juli 1999 mengatur bagaimana peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan negara, termasuk membantu penegakan hukum dan percepatan pemberantasan korupsi. Amunisi adalah bagian dari masyarakat, yang diharapkan pula dapat berperan aktif. Karena itu, sebagai media cetak, yang akan turut serta dalam penegakkan hukum di Indonesia, Amunisi harus mempunyai visi dan misi yang jelas. Tentunya, diaflikasikan dalam bangun tubuh (halaman) dengan organ-organ (rubrikasi) yang tepat sasaran, yakni setiap yang disajikan adalah berisi informasi-informasi yang digali melalui kerja keras investigasi dengan pendalaman yang dapat dipertangungjawabkan.