Proyek Jembatan Sungai Daeng Mentok Dilidik Tipikor Polres Babar

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

IMG-20171013-WA0071
PANGKALPINANG,BABEL, AMUNISINEWS.COM– Sempat  jadi sorotan media proyek Jembatan Sungsi Daeng yang dikerjakan tahun 2015 yang lalu akhirnya pihak aparat kepolisian daerah (Polda) kepulauan Bangka Belitung mulai menelisik proyek tersebut melalui Tipikor Polres Bangka Barat.

Hal itu disampaikan Kasubdit Tipikor Polda Kep.Babel, AKBP Selamet seizin Dirkrimsus Polda Kep.Babel, Kombes Mukti Juharsa kepada wartawan, kemarin.

“Sudah kita minta Polres Bangka Barat untuk melakukan pengecekan ke lokasi,” ungkap AKBP Selamet via WA messenger, Kamis (12/10/2017) ketika dikonfirmasi terkait tindak lanjut pihak kepolisian terhadap informasi adanya dugaan perbuatan melawan hukum pada proyek pembangunan jembatan Sungai Daeng Mentok.

Sementara itu, Kapolres Bangka Barat, AKBP Hendro ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut, meminta wartawan untuk mengkonfirmasi langsung ke Kasatreskrim Polres Bangka Barat.

“Langsung konfirmasi ke Kasat Reskrim saja pak ya. Tks,” jawab Hendro via pesan singkat, Jum’at (13/10/2017).

Namun sayangnya, hingga berita ini diturunkan Kasat Reskrim Polres Bangka Barat, AKP Elpiadi SH belum memberikan jawabannya terhadap pesan konfirmasi perihal pengecekan yang dilakukan pihaknya terhadap kondisi Jembatan Sungai Daeng Mentok yang sempat jadi sorotan awak media dan salah satu anggota dewan provinsi Babel.

Sebelumnya sudah diwartawakn,  proyek pembangunan jembatan Sungai Daeng Mentok yang dikerjakan PT Bina Mulya Lampung dengan nilai kontrak Rp. 8.858.519.000 dan selesai tahun 2015 silam kembali jadi sorotan media dan viral.

Pasalnya kondisi jembatan yang dibangun oleh satker PJN Provinsi Bangka Belitung melalui PPK 2, Erlan Budiarjo, saat ini sudah terjadi penurunan badan jalan di atas oprit jembatan.

Terpantau, Kamis (5/10/2017) selain terjadinya penurunan badan jalan di bagian oprit jembatan, terlihat juga dinding oprit sudah alami keretakan yang cukup serius dan kaki pondasi dinding penahan air juga sudah menggantung.

Salah satu warga setempat mengaku  heran terhadap proyek jembatan yang belum lama  difungsikan namun kondisnya sudah banyak terjadi keretakan.

“Kami warga di sini terus terang tidak habis pikir, kok jembatan yang dibangun kabarnya menelan hampir 10 milyar tapi hasilnya seperti ini. Coba lihat ke bawah jembatan, mas  banyak sekali keretakan keretakannya. Itupun sudah banyak di aci biar dak kelihatan retaknya. T Kami kuatir lama kelamaan bisa bisa putus ini jembatan,” ungkap warga tersebut seraya menunjuk ke arah dinding oprit jembatan yang retaknya dari bawah hingga ke bagian atas dinding.

Terkait kondisi jembatan tersebut, anggota dewan provinsi Bangka Belitung dapil Bangka Barat, Dedi Wijaya sangat menyayangkan hal itu terjadi.

Menurutnya kondisi ini harus jadi perhatian serius bagi stake holder yang diberikan amanat oleh rakyat untuk membangun infra struktur agar menjaga amanat itu dengan baik.

“Seharusnya ini tidak terjadi, karena para pemangku jabatan itu sudah disumpah untuk melaksanakan amanat dengan sebaik baiknya. Termasuk dalam pelaksanaan infra struktur seperti jembatan, mereka betul betul melakukan pengawasan yang ketat sehingga hasilnya sesuai harapan semua pihak,” kata Dedy ketika dimintai tanggapannya, Kamis (5/10/2017) sore.

Ditambahkan Dedy, tidak hanya stake holder yang bertanggung jawab namun para kontraktor pelaksana pekerjaan tidak boleh lepas tangan meskipun masa pemeliharaannya telah habis.

“Kita minta pihak pihak terkait segera mengecek kondisi jembatan itu. Kalau memang kondisinya sudah terjadi keretakan dan badan jalan sudah adanyan penurunan maka satker PJN segera perintahkan  rekanan untuk memperbaikinya. Jangan menunggu kondisinya semakin parah yang akhirnya masyarakat juga yang jadi korban,” imbuhnya.

Editor Hendra B Usmaya

Pos terkait