Proyek Kegiatan Rehabilitasi Hutan Kota Koba Bangka Tengah Dipertanyakan

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

KOBA BABEL,AMUNISINEWS.CO.ID–Proyek kegiatan Rehabilitasi Hutan Kota Koba Bangka Tengah yang dikerjakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Baturusa Cerucuk, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang dikerjakan pada Tahun Anggaran 2016 dipertanyakan oleh masyarakat Koba Bangka Tengah.

Pasalnya, masyarakat tidak mengetahui berapa dana pagu anggaran yang diperuntukkan untuk proyek tersebut dan juga masyarakat menyaksikan tanaman yang ditanam di lokasi bekas hutan kebakaran itu sangat sedikit sekali tanaman yang tumbuh, 80 persen tanaman yang ditanam itu mati dan belum dilakukan penanaman kembali,

“Kami lihat tanaman yang ditanam dilokasi rehabilitasi hutan itu sangat sedikit sekali yang tumbuh, sekitar lebih kurang 80 persen tanamannya mati dan hanya kelihatan patoknya dan juga sewaktu proyek itu dikerjakan tidak ada papan plang mencantumkan nilai pagu dananya padahal itu uang negara,” ujar Yanto (salah seorang warga koba) yang berhasil ditemui Amunisi News Selasa (23/1/2018).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) Bangka Tengah Ali Imron saat ditemui Amumisi News dikantornya pada Selasa (23/1/2018) menjelaskan, bahwa proyek Rehabilitasi Hutan itu bukan produk dinas yang dipimpinnya melainkan itu produk BP DAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan sampai sekarang belum ada serah terima ke Dinas LH Bateng,

“Mohon maaf ya saya jelaskan, proyek itu bukan kerjaan kita dari Lingkungan Hidup Bateng, itu kerjaan BP DAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Idi Bantara d an sampai sekarang belum ada serah terima kepada dinas kami,” katanya.

Ali Imron terangkan juga, tanaman yang ditanam ktu tidak sesuai dengan struktur tanahnya,
 “Kalau saya lihat jenis tanaman yang diperuntukkan untuk ditanam dilokasi rawa itu tidak sesuai dengan struktur tanahnya, jadi tanaman itu banyak yang mati alias tidak tumbuh daripada yang tumbuh,” ujarnya.

Sementara itu Kepala BP DAS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Idi Bantara saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Selasa (23/1/2018) menjelaskan kegiatan proyek Hutan Kota itu dilaksanakan tahun 2016 dan sampai sekarang masih dalam tahap pemeliharaan.

“Oke bos. Kegiatan namanya Hutan Kota, pengadaan lelang umum th 2016 sebelum aku jabat di babel. Lelang dimenangkan dilaksanakan oleh CV. Putra HDI  Berjaya Pangkalpinang, saat ini masih berjalan kontrak sampai tahun 2019, kegiatan masih berjalan pemeliharan.  Keberhasilan akhir  baru akan dievaluasi pada 2019,” tulisnya

Kemudian lanjut Idi Bantara lagi, “Lebih jelasnya bisa ke kantorku. Terima kasih infonya,” tambahnya.

Pos terkait