Proyek Komputer CBT UNBK di Dinas Pendidikan Babel TA 2017 Senilai Rp 13 M Terindikasi Ada Penyelewengan

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

PANGKALPINANG BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID–Proyek pengadaan komputer CBT UNBK di Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  Tahun Anggaran 2017 dengan pagu dana senilai Rp 13 miliar diduga terindikasi ada penyelewengan.

Hal itu terungkap disaat investigasi yang dilakukan dibeberapa SMA/SMK di Sungailiat kabupaten Bangka pada Kamis (15/3/2018). Dalam investigasi itu beberapa sekolah yang menerima paket Komputer CBT UNBK itu mengaku, komputer tersebut tidak bisa dioperasikan,

“Komputer tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya, lantaran diduga spek pada server tidak sesuai dengan juknis dari Kemendikbud RI. Komputer tidak tersambung atau connect ke jaringan LAN (Local Area Network),” ungkap salah satu Kepsek di SMA/SMK Sungailiat (15/3/2018) yang tidak mau disebutkan namanya.

Jumlah total komputer yang diadakan yakni sebanyak 1.160 unit, disalurkan ke sejumlah SMA/SMK seluruh kabupaten di Provinsi Bangka Belitung kecuali Kota Madya Pangkalpinang.

Pemenang tender proyek pengadaan komputer tersebut yakni PT Bhineka Mentari Dimensi, yang berkantor di kawasan Sunter, Jakarta Pusat.

Dalam investigasi tersebut ditemukan beberapa dugaan yakni komputer PC All in One tersebut sama barangnya (speck) nya dengan barang yang bermasalah di Beltim yang tempohari komputernya tidak bisa dipergunakan, kemudian pernasalahan pokok lainnya antara lain pada biaya ongkos kirim barang ke wilayah wilayah diketahui ongkos kirimnya diduga di Mark Up menjadi senilai Rp 400 ribu per unit PC All in One.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung M Soleh ketika ditemui dikantornya pada Kamis (22/3/2018) membantah bahwa komputer 1.160 unit itu tidak sesuai Speck,

“Tidak benar itu, semuanya sudah sesuai speck dan sekarang sudah bisa dioperasikan,”  jelas M Soleh

Disinggung mengenai besarnya ongkos kirim, M Soleh katakan Rp 400.000 sudah wajar,”Sudah wajarlah Rp 400.000 karena ada beberapa daerah yang jauh seperti Belitung dan Beltim,”  jelas M Soleh lagi.

 

 

 

 

 

Pos terkait