Proyek Pembangunan Broadwalk Diduga Bermasalah

  • Whatsapp

Oleh Budiman

BELITUNG,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Proyek Pembangunan Jembatan (broadwalk ) alias Jembatan Keramik yang berlokasi di Kulong Keramik Kecamatan Tanjung Pandan Kabupaten Belitung diduga bermasalah.

Permasalahan itu ditemukan setelah tim Amunisi News ditemani LSM Gebrak Babel melakukan investigasi lapangan, Senin (22/10/2018) di Belitung.

Dalam investigasi itu tim Amunisi News dan LSM Gebrak Babel menemukan beberapa kejanggalan, seperti kejanggalan pada nilai pagu dana yang terlalu besar unt proyek sekecil itu. Nilai pagu dana mencapai Rp.1.731.751.000,00 ( Satu Miliar Tujuh Ratus Tiga Puluh Satu Juta Tujuh Ratus Luma Puluh Satu Ribu Rupiah).

Selain itu tim menemukan beberapa tiang pancang yang baru dipasang sudah terlihat miring, kelihatan sekali tiang pancang dipasang manual hanya menggunakan tenaga manusia.

Begitu juga dengan pengecoran lantai jembatan hanya menggunakan mesin pengecoran Molen biasa, bukan menggunakan Ready Mix.

Padahal untuk proyek yang mempunyai beban kuat seperti itu semestinya harus menggunakan Ready Mix, hal itu diungkapkan oleh salah satu pemborong asal Belitung inisial SD, bahwa pengecoran untuk jembatan seperti itu harus menggunakan Ready Mix karena nanti akan banyak masyarakat yang berada diatas jembatan itu kalau jembatan itu sudah selesai.

“Seharusnya itu Jembatan itu di Cor dengan alat Ready Mix, karena campuran semen dan oral atau splite nya sudah ada takaran khusus dan hasilnya akan lebih rapi dan kuat. Dan juga kalau saya lihat biaya itukan besar sekali, itu memungkinkan menggunakan alat Ready Mix,” jelasnya di Tanjung Pandan Belitung, Senin (22/10) sore hari.

Terpisah, Ketua LSM Gebrak Babel Herman Saleh mengatakan seharusnya PPK dari Dinas Pariwisata Kabupaten Belitung mengawasi dengan benar pembangunan proyek itu dan kalau saya lihat dananya sepertinya itu diduga dalam RAB nya menggunakan Ready Mix karena Coran Beton Ready Mix itu tidak diragukan lagi.

” Beton Ready Mix adalah beton segar yang belum mengalami proses pengikatan dan perkerasan yang di produksi di batching plant dengan penambahan bahan kimia (admixture), tergantung pada jenis beton yang dipesan, kemudian dikirim kelapangan dengan menggunakan truk mixer, beton ready mix diproduksi di pabrik dibawah pengawasan mengunakan sistem operasi komputer, untuk memastikan beton ready mix , beton ready mix atau beton cor biasa di sebut atau lebih dikenal oleh masyarakat Indonesia dengan istilah Jayamix, ” dikatakannya saat menemani Amunisi News dalam Investigasi lapangan, Senin ( 22/10) di Belitung.

Untuk diketahui, kualitas Ready Mix yang sering digunakan untuk rumah tinggal bertingkat pada umumnya atau Jembatan dan lain-lainnya adalah mutu K 225, K 250, dan K 300, proses persiapan untuk beton ready mix haruslah sudah selesai sebelum waktu pengecoran dilakukan, bekisting yang digunakan haruslah sudah kuat agar selama proses pengeringan tidak terjadi keretakan.

Umumnya beton ready mix dibuat atau diproduksi di batching plant, kemudian dipindahkan kedalam mobil molen yang sudah diatur waktu pengirimannya, jarak tempuh batching plan dengan lokasi proyek tidak boleh terlalu jauh karena akan mengurangi tingkat slump yang ditentukan, pada lokasi proyek, mobil pompa beton atau mobil conncrete pump harus lah sudah siap untuk memindahkan beton ready mix dari mobil molen ke area bangunan atau kontruksi yang akan di cor, apakah peran mobil pompa beton disini ? tentunya untuk area cor yang luas dan jauh akan sangat efektif dari sisi waktu, maupun tenaga pada saat pengecoran dan kualitas beton ready mix pun lebih tejaga.

Sementara itu Pejabat Pembuat Kebijakan ( PPK) dari Dinas Pariwisata, Santo belum bisa memberikan penjelasan yang panjang dengan alasan masih sedang dinas luar,

“Maaf pak, Santo agik di jkt hari Kamis baru balik. Kini la kite ketemu biar Santo jelaskan karena pertanyaan ini sudah 10 orang yg nanya masalah ini dan ini hanya salah informasi terutama masalah ready mix,”tulisnya, Senin (22/10).

Mengenai Ready Mix, PPK Dinas Pariwisata Santo  menyebutkan dalam RAB itu memang tidak ada Ready Mix, itu mungkin salah informasi saja,

“Tidak apa apa pak, bapak memang punya kewenangan untuk bertanya dan saya wajib untuk menjelaskan, tp yg pasti sebenarnya tidak ada bahasa di dokumen menggunakan ready mix pak ini hanya salah informasi aja. Dan teman teman wartawan juga sudah saya jelaskan tidak ada bahasa ready mix. Sebenarnya saya lebih senang ketemu bapak biar semua jelas tp gimana ya pak saya Lg di jkt,” tulis Santo lagi.

Pos terkait