Proyek Pemecah Gelombang Penyak Rp73 M Diduga Tidak Sesuai Gambar dan Dokumen

  • Whatsapp

 

Oleh Geri Julianto
PANGKALPINANG,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Kementerian PUPR me­lalui Satuan Kerja (Satker) SNVT PJSA Sumatera VIII Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) kembali melaksanakan proyek pembangunan pemecah gelombang di sepanjang pantai Pe­nyak hingga Terentang Kabupaten Bangka Tengah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Proyek yang menelan dana hingga Rp 73 miliar bersumber dari APBN tahun 2017-2018 ini dikerjakan PT Fatimah Indah Utama selama 515 hari kalender sejak 4 Agustus 2017 dan hal ini tentunya harus mendapatkan pengawasan lebih intensif guna menghasilkan kwalitas yang baik.

Diduga proyek yang didampingi TP4D Kejaksaan Tinggi Babel ini dikerjakan oleh pemborong tidak sesuai gambar dan dokumen.

Hal itu terlihat disaat Amunisi News dan Deteksi turun kelapangan, penyusunan batu-batunya terlihat tidak beraturan sesuai gambar, batu- batu itu diletakkan seadanya tanpa sesuai gambar,

“Itu batu- batunya disusun seenaknya saja, padahal gambarnya bukan seperti itu,” ujar Rm seorang wartawan dari Media Nasional

Penysusunan batu gunung baik berukuran besar mau pun kecil hanya diletakan begitu saja.Tampak sangat tidak rapi penyusunan bongkahan batu tersebut.alat berat berupa berupa eksavator hanya terdapat tidak kurang dari 4 unit,ditemukan hanya 1 unit eksavator yang kala itu sedang beroperasi dan selebihnya hanya terparkir dilokasi proyek pemecah gelombang pantaip penyak Bangka Tengah.

“Kalau tidak salah itu dalam Dokumen Eksavatornya harus berjumlah 25 Unit dan Mobil Dum Truknya itu harus ada 50 Unit, ini kok cuma 4 Eksavatornya,” kata Rb salah satu media di sela-sela investigasi.

Sementara itu David selaku PPP Proyek Pantai Penyak ketika dihubungi wartawan meminta agar menemui dirinya di kantor pada hari Senin besok,

” Hari Senin pak ketemu saya d kantor, ” kata Davit  pada Sabtu,(28/07/2018)

Pos terkait