Proyek PJSI, Pengusaha Tas di Tanggulangin Sidoarjo Mengalami Kerugian

  • Whatsapp

Oleh, Merry Tama/Yudi.N

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID  – Pekerjaan  Peningkatan Jalan raya Sentra Industri (PJSI) Kludan – Tanggulangin oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sidoarjo menuai protes dan keluhan kekecewaan pengguna jalan dan masyarakat sekitar warga desa Kludan.

Proyek peningkatan jalan raya Kludan banyak dikeluhkan pemilik toko serta warga dan pengguna jalan Kamis

Mereka  mengeluh dan kecewa lantaran jalan ditutup, berakibat tidak bisa dilalui. Pasalnya pelaku usaha dan pemilik usaha menurun omsetnya dan bahkan merugi.

H.Nuryono pemilik toko Permata Tanggulangin Kollection mengatakan kepada wartawan  Kamis (13/12/2018) semula bisa dilalui kini tidak bisa sama sekali dilewati oleh kendaraan roda empat maupun lebih. “Hal itu membuat aktifitas terutama pelaku usaha (toko) sentra tas kulit Kludan dan sekitarnya mati total hingga penurunan omset dan bahkan merugi. Hal ini total omset keseluruhan sirkulasi perputaran uang di sentra tersebut yang bisa mencapai ratusan juta rupiah hilang,” beber Nuryono.

Abah Nur (sapaan akrab,.red) pemilik toko tersebut  kecewa berat terhadap pelaksanaan proyek yang tidak kunjung  selesai sampai Kamis hari ini. Dampak bagi para pengusaha akibat akses jalan tertutup, tamu jarang bisa masuk, terkadang dibuka separuh jalan bisa masuk tapi jarang.

“Padahal menurut perjanjian pada waktu rapat di PU yang dihadiri oleh pak camat sendiri dan saya juga selaku pemilik toko Permata, ada kepolisian saat itu rapat dipimpin oleh pak Yudi dari dinas PU,” ujar nya.

‘Pada waktu itu pihak proyek bersedia memberikan sarana jalan, terburuknya itu separuh jalan dipakai. Jadi tidak satu haripun bus tidak bisa masuk. Padahal kenyataan yang ada saat ini proyek seolah-olah memiliki jalan sendiri, dipakai dan dikuasi  sendiri.

“Tidak itu saja, sampai itu dongkel-dongkelnya ditempatkan ditengah jalan sengaja supaya tidak bisa dilewati, itu kan sudah keterlaluan,” ketusnya

Saya sudah peringatkan berulang kali pada waktu itu pada pak Iwan, jangan seperti itu, karena jalurnya ini jalur ekonomi. Permasalahannya kita mengundang jauh-jauh bus datang tidak bisa masuk, masih banyak pemilik toko lainnya yang lebih kecewa karena tidak ada tamu akibat jalan ditutup ucap Abah Nur. Saya sendiri omset sangat drastis menurunnya hingga 75%, ditambah penumpukan dan kelebihan stok barang,” keluhnya.

Abah Nur menambahkan, saya tidak menuntut terlalu banyak kalaupun itu ada perbaikan jalan saya juga berterima kasih, tapi bagaiman janji harus ditepati. Awal berjanji tidak sampai bus tidak bisa masuk, tapi jalan ditutup begitu. Kenyataannya tidak ada komitmen, saya sangat kecewa kalau tidak salah pimpinan proyek namanya Iwan.ketus H.Nuryono yang juga kepala Desa Kalisamporno.

Lutfi awak media/wartawan yang menanyakan kepada dua orang rekanan, salasatunya saat dikonfirmasi menanyakan ini pekerjaan siapa? dijawab dengan nada tinggi seakan menantang ‘’kerjaanku kenapa’’ dan ditanya dari PT apa tidak menjawab.

“Padahal, bukankah menjawab atau memberikan informasi yang dicari oleh media terkait pemberitaan. Namun disayangkan seorang diantaranya tidak sedia jawab, sebutkan nama dari PT pemenang tender (lelang) ya,. sangat mengecewakan sikapnya. Padahal ini semua juga dibayar dari uang rakyat dari pajak yang harusnya masyarakat tahu nilainya berapa, dikerjakan oleh PT apa, “tegas Lutfi menyayangkan.

Sementara camat Tanggulangin Didik Widoyoko, “saya sudah menyampaikan harapan ke dinas dan rekanan. Bahwa warga Kecamatan Tanggulangin khususnya warga Desa Kludan dan sekitarnya berharap agar pelaksanaan kegiatan peninggian jalan bisa cepat selesai dan tidak molor. Sedapat mungkin akses jalan bisa dibuka agar kendaraan kecil bisa lewat,” terang Yoko.

 

Pos terkait