PT FIF terkesan Kecewakan Remehkan dan Persulit, Penyelesaian Kredit Ahli Waris

  • Whatsapp
Kantor PT.FIF Jl.Pahlawan Sidoarjo yang dikeluhkan Ahli waris.

Oleh : Yudi Nugroho/Tama

Kantor PT.FIF Jl.Pahlawan Sidoarjo yang dikeluhkan Ahli waris.

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Banyak keluhan akhir-akhir ini menambah deretan permasalahan warga terkait dengan perusahaan pendanaan Finance (leasing) baru-baru ini. Kini ada di Sidoarjo yakni PT.Federal International Finance (FIF) Jl.Pahlawan No.9 Sidoarjo yang dkeluhkan oleh ahli waris PK (Pemohon Kredit) .MN (23) S (47) warga desa Randegan RT 06 RW 02 Tanggulangin, Sidoarjo.
Pasalnya sepeda motor beat Nopol W 2584 QN akan diminta (diambil) paksa oleh debt collector dirumahnya karena keterlambatan pembayaran angsurannya

Hal ini berawal sepeda motor beat yang mendekati masa akhir angsuran  almarhum W melakukan peminjaman yang kedua kalinya.Diketahui, setelah angsuran berjalan 1 kali pembayaran, W meninggal dunia dikarenakan sakit pada (9/2). Namun ternyata, untuk peminjaman yang kedua, pihak keluarga (Istri) tidak mengetahui permasalahan tersebut. Tiba-tiba ada pihak PT. FIF yang datang untuk menagih dan akan menarik kendaraan sepeda motor lantaran sudah telat dalam pembayaran, ujar S dan dibenarkan R putranya, paparnya pada wartawan Kamis(5/7).

Setelah mengetahui permasalahan itu, setelah melewati masa berduka 7 hari, pihak keluarga yakni ahli waris yang juga putranya, R didampingi saudaranya A (N) berinisiatif mendatangi kantor PT.FIF untuk mencari solusi yang terbaik. Tetapi pihak PT.FIF tidak mau menemui dan terkesan meremehkan ahli waris dan masalah tunggakan, akhirnya sebabkan kekecewaan pihak keluarga dan ahli waris.

’Karena sejak ditemukannya bukti pembayaran pertama pinjaman ke FIF di dompet Bapak, saat orang tua meninggal itu pun ibu tidak mengetahui ada pinjaman baru dan diduga tanda tangan ibu dipalsukan, entah siapa yang menanda tanganinya. Ibu merasa tidak pernah menanda tangani kontrak atau perjanjian pinjaman tersebut’’, urai R.

Sementara PT.FIF melalui customer servicenya Bayu Ezra yang dikonfirmasi wartawan Kamis (5/7) menjelaskan, untuk masalah tersebut, semua harus dikonfirmasikan terlebih dahulu.
Intinya tidak bisa mengambil keputusan secara langsung. Tetap pelunasan, nilai total meskipun itu harus dilunasi ,.pun kita tidak tahu berapa. Itu bukan bagian dan kewenangan dari customer service, ungkapnya.

Mengenai solusinya, kembali keawal yakni pelunasan, entah pelunasan berapa saya juga  tidak tahu. Intinya dari pihak management harus ada pelunasan. Disinggung mengenai tanda tangan istri debitur yang ternyata istri (ahli waris) tidak mengetahui dan tidak merasa tanda tangan kontrak…Bayu menjawab, mengenai tanda tangan istri debitur  dari pihak FIF semua sudah dirapatkan, versi kita bilangnya tanda tangan. Kita tidak tahu mana yang benar dan mana yang salah. eNtah itu dari bapak W sendiri atau tidak. Kalau dari pihak nJenengan Ibu tidak melakukan  tanda tangan, yang terpenting memang dari management harus melunasi, pungkas Bayu.

Disinggung tentang dugaan pemalsuan tanda tangan untuk kebenarannya, pihak leassing mengakui setelah ada pengecekan itu diketahui ada  beda dalam tanda tangan tersebut, cuma bedanya sedikit dalam tanda tangan itu.
Dalam prosesnya apakah sama seperti kredit sebelumnya untuk pengajuan baru. Saya sendiri juga tidak tahu bagaimana. Saya kurang tahu kalau bagian itu bagian tim kredit untuk apakah itu memang sah untuk dibiayai atau tidak, kata Bayu.

‘’Karena apa, yaitu tadi kita,. kan juga ibaratanya ada aturan yang harus diilalui, kita otomatis kalau kita tidak bisa mengambil keputusan ,.ya harus menunggu, karena kita punya permasalahan yakni untuk mengambil keputusan kita harus menunggu dari Jakarta. Untuk keputusan berapa nilainya , saya tidak bisa menjanjikan apa-apa kurang lebihnya kalau tidak hari Sabtu ya ,. Senin, tutupnya.

 

 

editor: maliki hd

Pos terkait