PT MSU Gunakan Jalan Gg Taha, Warga Desa Sukabangun Resah

  • Whatsapp

Oleh, Dedi S/Tri Teguh

KETAPANG, AMUNISINEWS.CO.ID. – Masyarakat Desa Sukabangun Kecamatan Delta pawan Ketapang Kalimantan Barat merasa terganggu dengan adanya perusahaan PT. MEGA SARI UTAMA (MSU) pasalnya warga dari Rt.13 – Rt. 20 Rw 002 seperti yang dituturkan Kepala Dusun 02 Mol atas laporan warga sudah tidak lagi merasa nyaman dengan aktivitas perusahaan PT. Mega Sari Utama.

Mol katakan pada amunisinews.co.id. yang seharusnya jalan Gg. Taha yang dipadati penduduk tidak layak untuk digunakan oleh perusahaan, karena Gg.Taha bukan jalan umumdan tak pantas digunakan oleh perusahaan, kenyamanan merasa terancam dengan lalu lalang keluar masuk nya kendaraan dan yang dimiliki perusahaan PT. MEGA SARI UTAMA, ditambah lagi kondisi jalan sudah hancur lebur dikarenakan lalu lalangnya aktivitas kendaraan perusahaan setiap harinya dan dari pihak perusahaan pun seakan tidak mau ambil tau dengan keadaan kondisi jalan Gg. Taha yang juga berfungsi untuk kepentingan mereka juga padahal, terindikasi perusahaan PT.MEGA SARI UTAMA juga tidak memikirkan keselamatan orang lain, ungkap nya.

Selaku Pemerintah Desa sudah mengambil tindakan terhadap PT.MEGA SARI UTAMA bahkan dulu hingga sekarang sudah dirapatkan juga sebelumnya, dihadapkan dengan perwakilan warga dari Rt. 13 sd Rt.18 tetapi pihak perusahaan tetap saja tidak mau ambil pusing, pemilik perusahaan bernama Lingkau tiap kali dipanggil tidak pernah hadir maupun setiap kali ditemui, namun ia menggunakan orang lain untuk diutus nya.

Seakan ia mempunyai kekuatan dan ada yang melindungi, tak sadar tanpa menghiraukan orang lain lagi dan lingkungan di sekitar nya, yang dipikirkan hanya lah kepentingan kelompok dan individu untuk memperkaya diri sendiri.

Disatu sisi pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang masalah yang ada di kecamatan Delta pawan Kalbar seolah dua kali adanya pembiaran dengan PT.MEGA SARI UTAMA milik Lingkau, ada apa ujar Jumadi LSM Laki Ketapang.

Dermaga pelabuhan bongkar muat peti kemas yang sudah tidak jelas serta menjadi tempat penampungan batu dengan armada lumayan banyak yang beraktivitas siang dan malam, menggunakan jalan Gg.Taha area pemukiman penduduk, sehingga kenyamanan di masyarakat setempat tidak ada lagi.

Diharapkan Jumadi kepada pemerintah harus mengambil tindakan tegas kepada PT. MEGA SARI UTAMA yang diduga tidak mengantongi ijin, pungkas Jumadi.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *