PT TG Diminta Kembalikan Dana Rp 55 M Lebih

  • Whatsapp
hero-indarto
Hero Indarto, SH

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM- Direktur Utama PT Tor Ganda (TG), DR Sutan Raja DL Sitorus disomasi. Somasi dilayangkan oleh Koperasi Sawit Mahato melalui Divisi Hukum Indonesia Crisis Center (ICC), lembaga independen yang didirikan oleh Tokoh Angkatan 45 DK Jakarta, yang bergerak dalam penegakan hukum.

Kepala Divisi Hukum ICC Hero Indarto, SH membenarkan pihaknya sudah melayangkan surat, kini menunggu tanggapan dari PT TG. “Sebabnya diduga PT TG melanggar kesepakatan,” ujar Hero Indarto, ketika ditanya soal somasi itu,

Menurut Hero, awalnya terjadi kerja sama antara koperasi Mahato Bersatu dengan PT TG untuk mengelola perkebunan kelapa sawit seluas 4.070 hektar yang terletak di Desa Mahato,  Kecamatan Tambusai Utara, Kabupaten Rokan Hulu, Provinsi Riau yang dikenal dengan sebutan Persil di Desa Mahato.

Atas kerja sama tersebut Alm Yakin yangbertindak untuk koperasi mendapat 40 persen, sedangkan PT TG 60 persen sesuai dengan ketentuan pasal 1 Akte Perjanjian Kerja Sama.

“Pada Pasal 2 Perjanjian Kerja Sama tersebut, PT. TG menanggung lebih dahulu seluruh biaya yang diperlukan untuk pembangunan Kebun Kelapa Sawit di atas tanah milik Al. Yakin maupun Koperasi Mahato Bersatu, sedangkan biaya yang dikeluarkan PT. TG tersebut untuk kemudian akan diperhitungkan sebagai Pinjaman Kredit Alm. Yakin kepada PT. TG,” ucap Hero.

Biaya pembangunan kelapa sawit dan perawatan tanaman kelapa sawit sampai dengan tanaman tersebut menghasilkan telah ditentukan sebesar Rp. 24. 500. 000,- untuk setiap hektar.

TG harus menyerahkan kembali Surat Keterangan Tanah atas nama milik Alm. Yakin maupun atas nama Anggota Koperasi Mahato Bersatu kepada Alm. Yakin atau kepada ahli warisnya, bila pinjaman sudah dikembalikan..

Setelah dilakukan perhitungan secara seksama sehubungan dengan cicilan pembayaran pinjaman tersebut diatas, ternyata Koperasi Mahato Bersatu telah lebih membayar pinjaman tersebut dan hal ini sesuai dengan perincian.

Sejak tahun 2010 Koperasi Mahato Bersatu telah membayar pinjaman untuk setiap bulannya sebesar  Rp. 2.150.824.906 X 12 Bulan X 6 Tahun (Th. 2010 s/d 2016) = Rp. 154.814.249.232. Sedangkan Sedangkan pinjaman seluruhnya adalah  Rp. 24.500.000 X 4.070 Hektar Lahan Sawit = Rp. 99.715.000.000.

“Ini berarti ada kelebihan pembayaran pinjaman yang harus dikembalikan  PT. TG sebesar Rp. 55.099.249.232,” tegas Hero. “ PT. TG akhir-akhir ini membayar bagian untuk Koperasi Mahato Bersatu dengan semaunya sendiri.  Setiap pemilik Kavling / Persil Tanah Kebun Sawit dibayar Rp 300.000. Hal ini jelas sangat merugikan koperasi,” tambah Hero,

Karena merasa dirugikan,  koperasi akhirnya berkeluh kesah kepada ICC dan memberikan kuasa kepada ICC untuk berupaya agar kelebihan pembayaran petani dapat dikembalikan, termasuk surat keterangan tanah.

‘Menurut hasil investigasi, kami melihat ternyata lahan yang dikelola sesuai dengan Akta Perjanjian Kerjasama Pembangunan Kebun Koperasi Sawit Mahato bersatu bersama pembagiannya adalah lahan yang termasuk dalam perkara pidana sesuai Putusan Mahkamah Agung R.I Nomor : 2642 / K / PID / 2006 tanggal 16 Juni 2016,” ucap Hero Indarto.

Surat somasi ditandatangani oleh Ketuam ICC Djoko Sudibyo, SH dan Sekjen ICC Drs Beny Hutagalung. (tim)

 

Pos terkait