PWI Sayangkan Sikap Humas KKP yang Menolak Wartawan Lokal

  • Whatsapp

 Oleh Jamilus

pwi natuna- nasional
M Rapi,PWI Natuna

NATUNA. AMUNISINEWS.COM -Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Perwakilan Kabupaten Natuna, sangat menyayangkan adanya penolakan peliputan penenggelaman KIA oleh Humas Kementrian KKP pada 28 Oktober 2017 semalam.

“Menurut PLT Ketua PWI Kabupaten Natuna Muhammad Rapi, kepada Media ini, adanya penolakan peliputan terhadap wartawan lokal, dan memperbolehkan wartawan pusat, dalam peliputan penenggelaman Kapal Ikan Asing (KIA) tersebut, itu sudah merupakan tindakan diskriminasi yang dilakukan oleh Menteri KKP terhadap wartawan lokal.

“Kejadian ini patut di Pertanyakan, ada rahasia apa yang ditutupi oleh kementrian KKP? “tanya Rapi.

Redaksi Media Ranai Pos itu  juga merasa heran. Pasalnya, hal ini tidak seperti biasanya, dimana biasanya  semua wartawan diperbolehkan untuk meliput acara penenggelaman Kapal Ikan Saing itu.

 

“Nah, kali ini anehnya, pelarangan tersebut hanya diberikan khusus kepada wartawan lokal yang sangat tau dengan seluk beluk wilayah natuna. PWI mengecam kejadian itu, “tegas Rapi, saat dijumpai media ini di Kantor  (PWI) Perwakilan Kabupaten Natuna, Minggu (29/10) siang tadi.

Kronologis kejadian diskriminasi terhadap wartawan lokal Natuna itu menurut Erwin, terjadi ketika semua rombongan menaiki Kapal KRI 356 milik TNI AL, tempat dimana digelarnya acara seremonial kegiatan penenggelaman puluhan KIA, pihak dari Humas KKP RI menyampaikan kepada beberapa  wartawan lokal, bahwasannya wartawan lokal tidak diizinkan untuk menaiki Kapal Orca 2, dengan alasan kapasitas kapal yang berukuran setara dengan KM Sabuk Nusantara itu, tidak mencukupi.

“Maaf untuk wartawan lokal tidak bisa ikut, karena kapasitasnya terbatas,” kata Diding Sutardi, seorang staff Humas KKP RI, saat dihubungi media melalui telepon seluler yang.

Pada saat itu meskipun ada Kabag Humas Setda Natuna, Budi Dharma pun tidak berdaya. juga membenarkan, bahwasannya wartawan lokal Natuna dilarang menumpangi Kapal Pengawas Orca 2 PSDKP, yang membawa rombongan sang Menteri seksi itu menyaksikan detik-detik penenggelaman KIA tersebut,”terang  wartawan online liputan Natuna itu.

Erwin,  juga mengaku sangat kecewa dengan perlakuan pihak Humas KKP RI yang melarang dirinya bersama awak media lain meliput. Pasalnya kata dia, hal ini jelas sudah melanggar UU nomor 40 tahun 1999 tentang pers. Bagi siapa saja yang melanggar UU tersebut, bisa dikenakan sanksi pidana dan denda Rp. 500. 000.000,- (Lima ratus juta) rupiah,” ucap Erwin.

Beberapa wartawan lokal lain, meskipun mengaku kecewa dengan perlakuan tersebut, tetap menyampaikan ucapan terimakasih kepada pihak TNI AL yang telah memfasilitasi tranpotasi mobil untuk ke-Selat lampar. dan juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Kapolsek Bunguran Barat yang telah sudi menyungguhkan air saat wartawan lokal kehausan menahan kekecewaan.

“Dan juga terimakasih kepada Menteri KKP Susi Puji Astuti, yang yang telah mengecewakan kami wartawan local,” uampainya.

 

Editor Hendra Usmaya

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *