Rayakan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020, Korpri Kemendikbud di Gedung C

  • Whatsapp

Oleh, Budi Setiawan

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID.- Perayaan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 Keluarga Besar Korpri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, acara yang di mulai pukul 16.00 Wib sampai malam hari, digelar di Gedung C Kemendikbud, pada, Jumat,(17/1/2020).

Acara yang dihadiri kurang lebih 300 jemaat dari Keluarga besar Korpri Kemendikbud.

Tema acara “HIDUPLAH SEBAGAI SAHABAT BAGI SEMUA ORANG” (yohanes 15:14-15).

Subtema “MELALUI SEMANGAT NATAL, KITA WUJUDKAN SUMBER DAYA MANUSIA UNGGUL DAN BERKARAKTER”

Turut hadir dalam acara itu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim bersama istri, Franka Franklin dan, Pdt.WTP.Simarmata, MA (pengkhotbah). Pesan natal Kardinal Mgr.Ignatius Suharyo yang turut merayakan Natal disana dalam acara itu, Nadiem berkesempatan untuk memberi sambutan kepada para umat yang hadir.
Ia mengatakan, keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia bukanlah suatu hambatan.

Justru sebaliknya, tidak akan terwujud mimpi pemerintahan Indonesia untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter tanpa adanya keberagaman.

“Dan ini bisa menyelesaikan berbagai permasalahn untuk mewujudkan SDM yang unggul dan berkarakter. Tidak mungkin ada SDM unggul dan berkarakter tanpa keberagaman,”tegas nya

Nadiem menyebutkan, keberagaman justru menjadi kekuatan tersendiri bagi bangsa Indonesia. Hal ini guna mewujudkan mimpi bangsa Indonesia yang saling bergotong royong, berdaulat, adil dan makmur. “Berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945,” kata Nadiem.

“Pdt.Simarmata kepada jemaat menegaskan agar menjadi pemersatu dan menjadi perekat, kita pun wajib melawan terhadap Radikalisme dan intolerans. Agar kita fokus pada mewujudkan sumber daya manusisa yang unggul dan berkarakter. Kita pun boleh berkata bahwa Pancasila,UU 1945, NKRI, Kebhinekaan Tunggal Ika kita adalah anugrah Tuhan yang mempersatukan kita,”tegasnya, Jumat, 17/01/2020 di Gedung C.kemendikbud, Jakarta Selatan.

Ditegaskan kembali, tema natal ini mengajak kita menjadi sahabat bagi semua, membangun kebersamaan, membangun atas perbedaan, Membangun atas penghormatan dan membangun atas kemajemukan bangsa. Yang menghargai perbedaan dan kemajemukan, akan menjadi bangsa besar. Tetapi bangsa yang tidak menghargai  kemajemukan akan pecah berkeping-keping dan terpuruk.

“Generasi baru yang mendukung dan hidup diperubahaan zaman yang disebut dengan Milenial gaya hidup yang sekarang yang anak-anak lahir di era tahun 80an. di kategorikan anak Milineial.tetap berbeda pada anak yang lahir diera tahun 50an, seperti usia-usia kayak kita ini,”tutur Pdt.

Semua itu mengubah pola hidup manusia, cara menggapai Cita-cita dengan keberuntungan dan generasi saat ini tidak lagi mencari gelar tetapi mencari agar profesional, memiliki keahlian dan anak-anak kita masuk ke sekolah dengan persyaratan tinggi. Bukan lagi menjadi pelaku-pelaku kegiatan yang tradisional.

Pdt. Simarmata menegaskan kembali kepada jemaat dalam khotbah nya. dunia kita saat ini adalah digital yang sesungguh cair, inovasi sosial bergerak cepat, bergerak cepat online dan tanpa online sudah tertinggal, dalam suasana yang serba digital ini. sehingga tidak lagi linear tetapi exponensial perubahaan cepat mengejutkan, tak terasa dan tak nampak, tetapi tiba-tiba muncul dan berpengaruh, berdampak dunia saat ini sedang mengalami perubahan, yang begitu drastis dan gelombang Smart Devioe. yang mendorong kita hidup dalam karya-karya. Kolaboratif dengan membangun kebersamaan,” ditutup khotbah Pdt. Simarmata.

 

 

 

Pos terkait