Resahkan Masyarakat, Pol PP Pangkalpinang Akan Berantas Tambang Timah Ilegal

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

tambang rajek- nasional

PANGKALPINANG,BABEL, AMUNISINEWS.COM—-Aktivitas tambang timah Rajuk yang beroperasi di Kelurahan Ketapang, Kecamatan Pangkalbalam, Kota Madya Pangkalpinang diduga sudah meresahkan masyarakat sekitarnya. Tambang- tambang itu,  walau sudah berkali kali dilakukan penertiban, nampaknya pemilik tambang tidak pernah merasa jera bahkan aktivitas penambangannya semakin menggila.

Terpantau baru – baru ini di kelurahan Ketapang Kota Pangkalpinang atau lebih tepatnya Kelurahan Ketapang sudah “dikepung” Tambang Inkonvensional (TI) jenis Rajuk.

Bahkan aktivitas tersebut ada juga di sebelah komplek tempat tinggal Perumahan Rusunawa, serta tidak tanggung tanggung, sekarang sudah hampir  merobohkan Dermaga tempat kapal nelayan bersandar. Padahal  di Kelurahan itu masyarakatnya  yang notabene bekerja sebagai nelayan.

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja dan Kebakaran Kota Pangkalpinang, Rasdian Setiady mengatakan pihaknya akan terus berkomitmen untuk memberantas penambangan ilegal yang ada di Kota itu, karena di kota “berarti” ini tidak ada wilayah penambangan sesuai dengan Perda no 1 thn 2012 tentang RTRW.

“Kita akan terus berantas penambangan ilegal, dalam waktu dekat kita akan razia disalah satu lokasi tambang,  karena kita dapat informasi hal ini sudah meresahkan masyarakat,” ungkap Rasdian kepada wartawan, Senin(16/10/2017) melalui pesan singkat Whats App.

Kemudian dirinya mengakui bahwa razia yang telah dilakukan sepertinta tidak memberikan efek jera dan kalau ada pun hanya sementara, maka dari itu ia meminta bantuan masyarakat pangkalpinang untuk membantu dan bekerja sama dengan Pol PP, termasuk kesadaran untuk tidak menambang.

“Apabila ketangkap tangan maka akan kita proses dan bisa masuk tindak pidana ringan untuk diajukan ke Pengadilan,” ungkapnya.

Selanjutnya  Rasdian menjabarkan bahwa tugas dari Pol PP sebenarnya adalah penertiban dan penegakan perda saja. “Sebagai antisipasi kita sisipkan kegiatan di kecamatan-kecamatan tentang trantimum khususnya pelarangan TI di wilayah Pangkalpinang,” ungkapnya

Masih menurut pak Kasat POL PP, sebenarnya perkara tambang baik itu tambang Rajuk ataupun tambang Apung bukanlah hal yang baru, sepertinya sudah mendarah daging,

“Perkara tambang di bumi serumpun sebalai ini bukanlah hal yang baru, namun hal ini sudah seperti mendarah daging karena selalu dimoduskan dengan “urusan perut”.

Namun masyarakat pasti bisa menilai apakah yang harus diperbuat oleh pemerintah,  dan alangkah lebih bijak jika bersama sama memerangi perusak alam,” lanjutnya.

 

Editor Hendra Usmaya

 

Pos terkait