Residivis Pembunuh Selingkuhan Istri Dihadapkan Kepersidangan

  • Whatsapp
PN Jakarta Utara

Oleh : Aston Darwin

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Lelaki mana yang tahan, bila melihat istri pujaannya itu, menghianati cintanya? Sebut saja, Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin, yang merupakan residivis terkait kasus yang berbeda itu, tampak tidak terlihat gusar saat dirinya dibawa oleh petugas tahanan Negeri Jakarta utara untuk menjalanai proses persidangan. Terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamudin yang dituding telah melakukan pembunuhan terhadap selingkuhan istrinya itu,.pun, hanya bisa terlihat berpasrah diri.
Adapun motif pembunuhan yang dilakukan oleh terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin terhadap Karnadi alias Iwan yang tak lain merupakan pasangan selingkuh istrinya itu, berawal saat dirinya mendekam di Rumah Tahanan Negara ( Rutan) Salemba, Jakarta Pusat, selama 9 bulan. Nah, disaat terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin menjalani masa hukumannya, ia mendapat informasi bahwa istrinya yang berinisial Tuminah, telah menjalin asmara alias selingkuh dengan saudara Karnadi alias Iwan.

Setelah dinyatakan bebas, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin pun, pulang kerumahnya yang beralamat dijalan. Bulak Cabe, Rt. 06/09, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta utara. Begitu sampai dirumahnya, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin, hanya bisa  menemukan ke – 2 orang putranya. Sedangkan ke – 2 putrinya itu, tidak berhasil ditemukan. Pasalnya, istri dan ke -2 putrinya itu, sudah pergi meninggalkan rumahnya. Seketika itu juga, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin, berniat untuk membawa ke -2 putranya tersebut, pulang ke kampung halamanya yang terletak di daerah Bangkalan, Madura.

Selang beberapa hari kemudian, rasa rindu terhadap ke -2 putrinya itu pun, membuat terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin, menjadi gundah – gulana (gelisah). Seketika itu juga, terbersit harapan untuk bisa bertemu dengan ke – 2 putrinya. Keesokan harinya, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin, akhirnya berangkat ke kota Jakarta. Setibanya di kota Jakarta, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin pun, langsung berangkat menuju ke rumah istrinya.
Begitu masuk kedalam rumah istrinya, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin pun, melihat istrinya tetsebut sedang asyik mengurut kaki pasangan selingkuhannya. Karena terbakar emosi, sebilah pisau yang sudah dipersiapkan sebelumnya, langsung diarahkan kebagian dada selingkuhan istrinya. Bahkan, ketika tubuh pasangan selingkuhan istrinya itu dibalikkan, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Jamidin, kembali menikam kan pisaunya secara membabi – buta. Dalam hitungan detik, tubuh pasangan selingkuhan istrinya itu pun, langsung ambruk tidak berdaya. Akibat tak kuasa melihat amarah suaminya tersebut, Tuminah yang merupakan istri dari terdakwa itu pun, berusaha untuk meminta tolong. Sayang, sebelum mendapatkan perawatan dari pihak medis, nyawa saudara Karnadi alias Iwan( korban) yang tak lain merupakan pasangan selingkuhan istrinya itu pun, akhirnya tidak bisa diselamatkan lagi.
Pada sidang yang sebelumnya, saksi Sugeng Riyanto dan saksi Agus Kaka yang merupakan anggota polisi dari Polsek Metro Cilincing, mengatakan, ketika sedang piket, mereka mendapatkan informasi bahwa dijalan. Bulak Cabe, Rt.06/09, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Cilincing, Jakarta utara, telah terjadi penikaman terhadap salah seorang lelaki yang berinisial Karnadi alias Iwan. Selanjutnya, ke -2 saksi tersebut, langsung bergerak menuju lokasi. Setelah tiba dilokasi, terdakwa Muhammad Jon Fais alias Jon alias Sanusi alias Uci bin Muhammad Jamidin,.pun, berhasil ditangkap.

Rabu, 19 September 2018, pukul 16.00 Wib, sidang lanjutan yang beragendakan pemeriksaan terhadap terdakwa ternyata ditunda. Pasalnya, salah seorang Majelis Hakim, sedang jatuh sakit. Oleh karena itu, sidang akan dibuka dan dilanjutkan kembali pada Minggu mendatang.

 

Pos terkait