Saksi Ahli:Terdakwa Sunfo Terancam 10 Tahun Penjara dan Denda Rp10 Milliar

  • Whatsapp

 

Oleh Herman Saleh

SUNGAILIAT,BABEL, AMUNISINEWS.CO.ID-Sidang kasus Bos timah Sunfo asal Kampung Kapitan, Kelurahan Mantung, Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, Sunfo (44), kembali digelar di Pengadilan Negeri Bangka, Selasa (18/9/2018) tepat Pukul 17.00 Wib.

Erpan Muchtedi yang menjadi Saksi Ahli dari Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menjelaskan bahwa terdakwa Sunfo tidak pernah mengajukan IUP Penampungan atau IUP Penjualan kepada Dinas ESDM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung,

“Terdakwa tidak pernah mengurus ijin ke Dinas ESDM Babel, jadi tidak ada ijin penampungan ataupun ijin penjualan,” ujar Erpan saat menjawab pertanyaan Hakim Ketua Oloan E Hutabarat SH MH, Selasa (18/9).

Menurut Saksi Ahli bahwa kegiatan penampungan hanya boleh dilakukan oleh pemegang IUP, penampung tanpa ijin Ancaman hukumannya paling lama 10 tahun dan denda 10 milliar.

“pelaku penambang, penimbun, penjualan Timah tidak memiliki izin, maka perbuatannya merupakan tindak pidana yang diatur dalam Pasal 158 UU No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan[4] yang berbunyi “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 37, Pasal 40 ayat (3), Pasal 48, Pasal 67 ayat (1), Pasal 74 ayat (1) atau (5) dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah),” sebutnya.

Oloan E Hutabarat SH.MH yang menjadi Hakim Ketua saat sidang berlangsung, didampingi Hakim Anggota Jonson Parancis SH MH, dan Hakim Anggota Benny Y Dharma SH serta Imam SH MH sebagai Panitera.

Sementara sebagai Jaksa Penuntut Umum Pengganti adalah Ari SH dari Kejaksaan Negeri Bangka.

Sebelumnya, bahwa Bos Timah asal kecamatan Belinyu kabupaten Bangka tersebut, kabur saat digrebek gudangnya oleh Polda Kepulauan Bangka Belitung pada Juni 2017 lalu.

Sunfo pernah ditetapkan menjadi DPO dan ahirnya setelah 9 bulan DPO, Sunfo menyerahkan diri.

Sunfo terjerat kasus kepemilikan pasir timah ilegal sebanyak 1.471 kg atau 1.4 ton.

Pos terkait