Saksi Mengetahui Ada Kekerasan Dilakukan Prof Irwannur

Saksi Idris

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID- Penanganan kasus penganiayaan dan penghinaan terhadap Deny Saleh oleh Profesor Irwannur Latubual (IL) terus berlanjut. Pada Rabu (29/5) dua orang saksi dimintai keterangan verifikasi, yakni saksi Idris dan Bambang.

Kedua saksi ini berkantor di tempat yang sama baik dengan pelapor maupun terlapor di Menara Era Lantai 12 A Kawasan Senen, Jakarta Pusat tempat kejadian perkara ketika profesor yang juga Ketua Lambaga Nasional Perintis Kemerdekaan Republik Indonesia (LN-PKRI) menampar Deny Saleh, pekerja pada Asosiasi Pengelola CSR Republik Indonesia (APCRI).

Usai dimintai keterangan,  saksi Idris kepada Amunisinews.co.id mengaku sangat prihatin dengan kasus ini, karena profesor yang menyandang pendidikan tinggi sampai tidak bisa menahan emosinya dan melontarkan bahasa yang kasar.

Akibat penganiyaan danpenghinaan itu, Deny, pria asal Lampung ini menderita trauma psikis dan tidak masuk kerja sejak kejadian pada Senin 29 April 2019 lalu hingga sekarang.

Idris mengaku mendapatkan empat pertanyaan dari penyidik Resmob Polres Jakarta Pusat. “Semua saya jawab sesuai fakta yang saya lihat saat kejadian saat itu. Semua saya yang saya ketahui jelaskan seperti kekerasan yang terekam dalam CCTV,” kata Idris.

Dalam rekaman CCTV memang terlihat ada aksi penamparan oleh profesor ke wajah Deny. Bahkan Deny bilang profesor juga memakinya dengan sebutan ’anjing’.

Sayangnya Amunisinews.co.id tak berhasil menemui saksi lainnya, yakni Bambang yang sudah tidak berada di Polres usai dimintai keterangan.

Penyidik Resmob  Polres Jakarta-Pusat yang dikonfirmasi membenarkan memeriksa dua saksi lagi dalam kasus ini. “Saksi-saksi lain akan kami  panggil lagi pada Jumat,” ujar penyidik. Setelah itu kita baru melakukan gelar perkara,” ucapnya.

Untuk diketahui, Irwannur Latubual (IL)  dilaporkan korban Deny pada Kamis (9/5). Laporan tercatat dengan nomor LP No.782/K/V/2019/RESTRO JAKPUS. Korban sudah divisum dan menyerahkan alat bukti berupa rekaman closed circuit television (CCTV).

Deny Saleh melapor akibat penamparan dan makian  yang dilakukan oleh Irwannur menyebabkan memar pada bagian wajahnya pada Senin (29/4).

Kuasa hukum Deny, Budi Suranto bangun, SH, MH yang dihubungi via telpon Kamis (30/5) mengatakan trauma psikis kliennya belum sepenuhnya hilang karena sering mengalami kaget. “Kami duga ada gangguan psikis dan kami anjurkan untuk dilakukan perawatan untuk pemulihan kejiwaannya,” ujar Budi Suranto yang menjadi lawyer Deny didampingi dua rekannya Tony Budianto SH serta Komarudin SH.

“Saya pikir dalam masalah ini kerugian terbesar dari korban adalah ganguan kejiwaannya, ini wajar karena semasa hidupnya  baru pertama kali dia mengalami penganiayaan dan penghinaan,” tegas Budi Suranto bangun.

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *