Sanksi Tegas Bagi Pengemplang Pajak, Samsat Jaktim Dibanjiri Masyarakat

  • Whatsapp
20151221_110131
Antrian di loket perpanjangan roda dua di Samsat Jakarta Timur. (Ist)

JAKARTA, AMUNISINEWS.COM –
Dampak kebijakan baru terkait sanksi tegas bagi pengemplang pajak kendaraan bermotor ternyata cukup membuat masyarakat menjadi was-was untuk berkendara dalam keadaan pajak mati. Hari ini, senin (14/8/2017) Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) wilayah Jakarta Timur, mulai pukul diserbu para wajib pajak.

Tampak di lokasi, Wajib pajak (WP) yang selama ini tertidur dan kerap mengesampingkan kewajibannya untuk tepat waktu pajak saat ini mulai bangun dan tersadar, betapa penting pajak bagi pembangunan infrastruktur daerah Jakarta.

Kanit Samsat Jakarta Timur AKP Ardila Amry mengatakan, saat ini semua anggota sudah dikerahkan untuk membantu masyarakat untuk menyiapkan lahan parkir dan antrian wajib pajak yang hendak perpanjang STNK.

“Iya hari ini cukup ramai wajib pajak, saya sudah kerahkan Timsus untuk membantu agar pelayanan berjalan dengan lancar. Kebanyakan mereka (WP) perpanjang pajak tahunan,” ujar AKP Ardila Amry kepada wartawan di Jakarta, senin (14/8/2017).

Ardila berharap, antusiasme para wajib pajak kendaraan seperti ini dapat terus meningkat.

“Alhamdulillah, wajib pajak perlahan mulai sadar dan taat pajak. Kan semuanya untuk mendukung pembangunan infrastruktur daerah kita,” tuturnya.

Andri, salah seorang wajib pajak mengaku sempat kebingungan mencari tempat parkir karena padatnya pemohon. Beruntung ia dibantu salah seorang Timsus bernama Guruh, sehingga ia bisa memarkirkan mobil kesayangan-nya.

“Dari pagi saya muter-muter cari tempat parkir susahnya minta ampun mas, untung ada pak Guruh yang bantu carikan jadi saya bisa parkir di sini,” ujarnya seraya tersenyum. (Yori/Lis)

Pos terkait