Santri Kedunglo Semarakkan Asian Games

  • Whatsapp
Santri dan alumni Ponpes Kedunglo saat ikuti Kedunglo Biking Team (KBT) Tour de Jakarta, Sabtu (28/07/2018) lalu.
Santri dan alumni Ponpes Kedunglo saat ikuti Kedunglo Biking Team (KBT) Tour de Jakarta, Sabtu (28/07/2018) lalu.

Oleh; Al Amin

JAKARTA, AMUNISI – Meski penyelenggaraan Asian Games 2018 akan dimulai 18 Agustus 2018 mendatang, namun antusiasme masyarakat dalam menyambut pesta olahraga terbesar kedua di dunia itu cukup besar, sehingga suasana menjelang gelaran Asian Games pun terasa semakin semarak.

Contohnya, Sabtu (28/072018) lalu, para santri dan alumni Ponpes Kedunglo yang tergabung dalam komunitas Kedunglo Biking Team (KBT), menggelar kegiatan sepeda santai bertajuk, KBT Tour de Jakarta 2018. Sejak Sabtu dini hari para bikers KBT dari berbagai daerah di Indonesia mulai berdatangan di kantor Kemenpora RI, Jakarta Pusat, untuk berolahraga dan berdoa bagi kesuksesan dan kelancaran gelaran Asian Games 2018 dan Asian Para Games 2018.

Deputi III Bidang Pemberdayaan Olahraga Kemenpora Raden Isnanta menyebutkan KBT Tour de Jakarta adalah murni inisiasi masyarakat dari Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) yang berpusat di Pesantren Kedunglo, Kediri, Jawa Timur. Bahkan, kata Isnanta, ada yang datang dari Hongkong dan dari Brunai.

Menurutnya hal itu merupakan apresiasi yang luar biasa dari masyarakat. ”Ini adalah inisiasi yang luar biasa, ingin mensukseskan dan ingin mendoakan agar Asian Games dan Asian Para Games 2018 sukses,” ungkap Isnanta usai melepas KBT Tour de Jakarta, mewakili Menpora Imam Nachrawi, di Kantor Kemenpora, Sabtu (28/07/2018) pagi.

Karenanya ia merasa berterima kasih kepada KBT dan kepada masyarakat yang sangat membantu pemerintah untuk ikut mensukseskan Asian Games, baik lewat doa, kerja nyata dan membantu mempromosikan even (Asian Games) ini.

Sementara itu Ketua Panitia KBT Tour de Jakarta, Purwanto, saat dikonfirmasi Amunisi menerangkan KBT Tour de Jakarta mengambil rute kantor Kemenpora, kemudian menyambangi Taman Makan Pahlawan (TMP) Kalibata dan finish di Monas. Menurutnya, alasan memilih start di kantor Kemenpora karena warga dunia melihat gema Asian Games dan Asian Para Games 2018 disalurkan melalui kantor Kemenpora.

”Peserta KBT transit di TMP Kalibata untuk ziarah wisata. “Di sana kita mendoakan arwah para pahlawan bangsa dan tabor bunga. Kita member kesan bahwa semangat dan perjuangan para pahlawan terdahulu harus bisa melecut semangat para atlet Asian Games dan Asian Para Games untuk berjuang meraih prestasi pada even akbar nanti,” jelasnya, penuh semangat.

Sedangkan untuk garis finish dia menyebutkan Monas tak hanya icon Jakarta. Lebih dari itu, sambung Purwanto, Monas menjadi salah satu simbol negara, bahwa kita negara yang mandiri dan berdaulat, baik secara ekonomi, politik maupun sosial dan budaya.

Inilah yang dikehendaki Guru Rohani kami, Kanjeng Romo Kiai (KH Abdul Latif Madjid) RA, agar muridnya, terlebih masyarakat Indonesia harus bisa mandiri dan tetap memiliki kedaulatan sebagai bangsa yang besar dan bermartabat di mata dunia,” katanya.

 

Sambutan Positif

Tasyakuran sekaligus Mujahadah Usbuiyah perdana di Masjid Al Muhajirin, Komplek Rusunawa Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (02/08/2018) malam.

Usai mengikuti KBT Tour de Jakarta, para peserta pun mengikuti Mujahadah Nisfussanah Provinsi DKI Jakarta dan Doa Bersama untuk keberkahan NKRI, di lapangan Rusunawa Pesakih, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (28/07/2018) petang.

Kegiatan yang dihelat YPW tingkat provinsi itu memperoleh sambutan yang positif dari warga sekitar. Hal tersebut terindikasi dari antusiasme warga setempat setelah menghadiri Mujahadah Nisfussanah. Karenanya, atas atusiasme  itulah  pihak panitia pun mengadakan tasyakuran sekaligus menggelar Mujahadah Usbuiyah perdana di Masjid Al Muhajirin, Komplek Rusunawa Pesakih, Kamis (02/08/2018) malam.

“Alhamdulillah, sebagian besar ustadz yang kami undang, datang,” ungkap Ahmad Lutfi, seksi acara Mujahadah Nisfussanah, ketika dikonfirmasi Amunisi melalui telepon selular. Bahkan, lanjut Ahhmad Lutfi, Ketua Masjid Al Muhajirin kagum dan merasa terharu ketika mengikuti Mujahadah Nisfussanah DKI Jakarta.

Pos terkait