Pelaku Pejambret Tas Berisi Ponsel dan Uang Milik Wartawan Amunisi Dibekuk

  • Whatsapp
Oldeh Tim
TOLITOLI, AMUNISINEWS.CO.ID-  Tim Opsnal Sat Resrim Polres Tolitoli yang dipimpin langsung oleh Kanit Opsnal Aiptu Sutiman berhasil mengungkap pelaku pejamret wartawan Amunisi pelaku atas nama .Amrullah alias Amrul (25) warga Kelurahan Sidoarjo Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah.

Kronologis penangkapan bermula saat Sat Reskrim Polres Tolitoli mendapat laporan Polisi dari wartawan korban penjambretan pada hari Sabtu (26/10/2019) sekitar pukul 12.30 WITA.

Setelah itu Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tolitoli bergerak cepat dengan melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku.

Atas penyelidikan yang dilakukan, pelaku atas nama Amrullah berhasil ditangkap di Desa Lantapan Kecamatan Galang pada hari Senin (11/11/2019) sekitar pukul 08.30 WITA.

Tak berhenti disitu, Tim Opsnal Sat Reskrim Polres Tolitoli melakukan introgasi kepada pelaku dan pelaku mengakui telah melakukan aksi yang sama sebanyak 7 kali di kabupaten Tolitoli kota  provinsi Sulawesi tengah. , diantaranya adalah di Jalan Moh Saleh Bantilan Kelurahan Sidoarjo, Jalan Gajah Mada Kelurahan Baru, Jalan Veteran Kelurahan Baru.

Berikutnya di Jalan Jendral Sudirman Kelurahan Panasakan, Jalan Sam Ratulangi Kelurahan Tuweley, Jalan Madako dan di Pantai Gaukan Kelurahan Nalu Kecamatan Baolan Kabupaten Tolitoli.

Adapun berupa bukti hasil jambret milik wartawan Amunisi.yang diamankan oleh Sat Reskrim Polres Tolitoli dari pelaku berupa dua handphone, satu unit power bank, satu buah gelang warna kuning, satu buah cincin warna kuning dan dua hendpon lagi milik korban lain .dan satu sepeda motor yang digunakan oleh pelaku saat melalukan aksinya.

Kini pelaku diamankan di Polres Tolitoli untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

 

Kasus Hariyanti

Kasus yang dialami Hariyanti bermula ketika dia hendak pulang ke rumahnya mengendara sepeda motor sendiri dari kota kabupetan menuju Desa Kalangkangan sekitar pukuk 12.30, yang berjarak sekitar 7 kilometer.

Memasuki kilometer ke empat, Hariyanti melihat sepeda motor di belakangnya lalu menurunkan kecepatan saat itu sebuah sepeda motor mendahuluinya dan pemngemudi sepeda motor satunya lagi menjambret tas milik Hariyanti.

Tarikannya sangat kencang hingga talinya terputus. Untuk menghindari kecelakaan Hariyanti melepas tasbnya sambil berteriak jambret dan terus mengejar.

Tapi, sayangnya, kata Hariyanti, ketika pengejaran sampai di Desa Sadana, samping bank BRI tiba-tiba sebuah kijang berbalik arah menghalangiupaya pengejaran membuat tersangka berhasil menghilangkan jejak.

Hariyanti pun kemudian melapor ke Polsek Galang, namun petugad di Polsek ini tak bisa mengejar tersangka karena tak ada petugas lainnya.

Satu jam kemudian. Seorang polisi Polsek galang datang ke rumah Hariyanti menanyakan kronolog, lalu membuat kesimpulan bahwa lokasi kejadian bukan di wilayah Polsek Galang,namun di Polsek Baulan. Hariyanti disarankan melapor ke sana.

Hariyanti kemudian melapor ke Polres Tolitoli. Tiga hari kemudian menemui seorang penyidik, menanyakan perkembangan penyelidikan. Petugas mengatakan,” jikan kami punya indera keenam mungkin tersangka sudah ditangkap,” kata petugas itu yang dibalas oleh Hariyanti bahwa polisi tugasnya menangkap penjahat jika serius pasti tersangkabisa ditangkap.

Pada Senin (11/11) Hariyanti mendapat kabar tersangka sudah berhasil dibekuk.

“Saya ucapkan terima kasih kepada polisi yang sudah bekerja keras. Penangkapan tersangka ini bukan hanya kepentingan saya tapi masyarakat lebih luas yang tak ingin menjadikorban kejahatan,” kata Hariyanti.

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *