Satker PSPLP Provinsi Babel Bangun Proyek Asal Asalan

  • Whatsapp

Oleh Herman Saleh

 

PANGKALPINANG,AMUNISINEWS.CO.ID–Terpantau pada Kamis (28/6/2018) poyek pekerjaan pembangunan dreinase lingkungan yang dilaksanakan oleh Satker Pengembangan Sistem PLP Provinsi Bangka Belitung di Dusun Sekar Biru Parit Tiga Jebus Bangka Barat yang saat ini sedang dikerjakan diduga dikerjakan Asal Asalan oleh Pemborong.

Selain Asal-Asalan  pelaksanaan pekerjaan proyek pembangunan dreinase oleh kontraktor PT Sejati Mandiri Sentosa itu juga tanpa menghiraukan pengguna jalan raya.

Hal ini terpantau ketika sejumlah awak media dan LSM pegiat anti Korupsi di Babel melihat secara langsung ke lokasi proyek.

Dalam pantauan, Kamis (28/6/2018) terlihat material batu belah untuk proyek pembangunan dreinase diletakkan di badan jalan. Sehingga kendaran roda empat tidak bisa melintas.

Salah satu warga setempat sempat mengatakan jika kendaraan roda empat tidak bisa melintas lantaran badan jalan dipenuhi material batu belah untuk pembangunan dreinase.

“Tidak bisa lewat pak karena tertitup material batu gunung untuk proyek dreinase. Kalau memang mau melintas lebih baik jalan kaki,” kata warga tersebut kepada wartawan di lokasi proyek, Kamis (28/6/2018).

Dia juga mengaku heran dengan pihak kontraktor yang terkesan kurang memperhatikan pengguna jalan dimana material bahan bangunan diletakkan di badan jalan. Hal ini sangat mengganggu pengguna jalan.

“Heran juga kok material batu belahnya diletakkan di badan jalan. Kan pengguna jalan raya terutama yang berkendaraan roda empat tidak bisa lewat. Rambu jalan juga tidak dipasang.” ungkap warga tersebut.

Dalam pantauan media ini, selain peletakan material batu belah secara sewenang wenang, kondisi di sebagian bibir dinding dreinase bagian atas juga sudah terlihat retak retak dan tidak hanya itu, kedalaman dreinase juga  terlihat sangat dangkal yakni hanya berkisar 30 cm hingga 35 cm.

“Sangat disayangkan proyek pekerjaan pembangunan dreinase pelaksanaannya kok seperti ini. Kuat dugaan pelaksanaan pekerjaan ini terkesan asal asalan. Diduga tidak sesuai spek dan bestek pekerjaan. Lihat saja kedalamannya tidak sampai 40 cm. Ini jelas dugaan adanya pengurangan volume,” kata Robi yang merupakan wakil ketua LSM Gerakan Barisan Komitmen Konstitusi Sriwijaya Provinsi Bangka Belitung ketika dimintai tanggapannya saat meninjau proyek dreinase di dusun Sekar Biru Parit Tiga Jebus, Kamis (28/6/2018).

Robi menuturkan jika kwalitas pekerjaan dreinase seperti terlihat saat ini, maka kemungkinan besar bangunan dreinase tersebut tidak akan bertahan lama.

“Memprihatinkan sekali. Dengan anggaran yang cukup besar yang dikucurkan pemerintah pusat hingga 3 milyar lebih  namun seperti ini hasil pekerjaannya. Kita minta pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek dreinase ini. Tidak hanya itu, pihak Kejati dan tipikor Polda Kep. Babel kita minta turun ke lokasi untuk menelisik proyek ini. Sehingga penggunaan anggaran sebesar itu betul betul sesuai peruntukannya. Tidak diselewengkan,” pinta Robi.

Diketahui, pembangunan Dreinase Lingkungan Pemukiman di dusun Sekar Biru Parit Tiga Jebus Kabupaten Bangka Barat ini dilaksanakan oleh satker Pengembangan Sistem PLP Provinsi Babel dengan nilai Rp.3.293.550.000 oleh kontraktor pelaksana PT Sejati Mandiri Sentosa. Penandatanganan kontrak sejak 6 April 2018 dengan masa pelaksanaan 210 hari kalender. Dalam lelang tender proyek pekerjaan dreinase tersebut kabarnya  PT Sejati Mandiri Sentosa sempat banting penawaran melebihi 20 % bahkan disebut sebut hingga 30% untuk memenangkannya maka wajar saja kalau pelaksanaan proyek pekerjaan dreinase ini harus diawasi karena dikuatirkan kwalitas hasil pekerjaan tidak sesuai harapan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak satker Pengembangan Sistem PLP Provinsi Babel maupun kontraktor PT Sejati Mandiri Sentosa masih diupayakan konfirmasinya.

 

 

Pos terkait