Sebuah PMA di Ancol Lecehkan UU Tenaga Kerja 

  • Whatsapp

Oleh Rukmana

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO ID- PT.Surya Lintas Nusantara (SLN) Bangkrut.Kurang lebih 100 orang karyawan diover ke perusahaan lain (hand over), diduga dengan cara licik pengusaha untuk menghindari kewajiban membayar pesangon.

Trik ini sering dilakukan pengusaha agar terhindar dari kewajibannya memenuhi Undang Undang tenaga kerja no:13 th 2003,namun banyak pekerja yang tidak tahu tentang UU tersebut,sehingga para pekerja dibodohi oleh pengusaha.

Contoh kasus adalah yang dilakukan oleh  PT.SLN
,Pademangan, Ancol, Jakarta Utara, perusahaan milik asing (PMA) ini belum lama mengalihkan karyawan nya ke
PT.Borwita , Cakung, Jakarta Timur akibat PT.SLN
habis kontrak dengan PT.P&G, ironisnya, ratusan karyawan yang bekerja sudaha 1-10 th ini tidak diberikan haknya berupa pesangon dari PT.SLN.

Padahal dalam UU tenaga kerja no: 13 th 2003 pasal 156 ayat 2 ditetapkan, masa kerja kurang dari 1 tahun  = 1 bulan upah
masa kerja 1 tahun atau lebih tetapi kurang dari 2 tahun = 2 bulan upah masa kerja 2 tahun atau lebih tetapi kurang dari 3 tahun = 3 bulan upahmasa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 4 tahun = 4 bulan upah
masa kerja 4 tahun atau lebih tetapi kurang dari 5 tahun = 5 bulan upah masa kerja 5 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 6 bulan upah
masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 7 tahun  = 7 bulan upah masa kerja 7 tahun atau lebih tetapi kurang dari 8 tahun  = 8 bulan upahm asa kerja 8 tahun atau lebih = 9 bulan upah

Lalu bagaimana perhitungan uang penghargaan apabila terjadi PHK?

Perhitungan uang penghargaan berdasarkan pasal 156 ayat 3 Undang – Undang no. 13 tahun 2003 sebagai berikut : masa kerja 3 tahun atau lebih tetapi kurang dari 6 tahun = 2 bulan upah
masa kerja 6 tahun atau lebih tetapi kurang dari 9 tahun = 3 bulan upah masa kerja 9 tahun atau lebih tetapi kurang dari 12 tahun = 4 bulan upah
masa kerja 12 tahun atau lebih tetapi kurang dari 15 tahun = 5 bulan upahmasa kerja 15 tahun atau lebih tetapi kurang dari 18 tahun = 6 bulan upah
masa kerja 18 tahun atau lebih tetapi kurang dari 21 tahun = 7 bulan upah masa kerja 21 tahun atau lebih tetapi kurang dari 24 tahun = 8 bulan upah
masa kerja 24 tahun atau lebih = 10 bulan upah.

Dari uraian UU diatas  PT.SLN
jelas telah melecehkan UU tenaga kerja,karena tak satupun kewajibannya dipenuhi.

Selain tak bayar pesangon  PT.SLN
juga menahan Ijazah par karyawannya.

Jelas ini merupakan perbuatan melawan hukum, wartawan media ini mengkonfirmasi kepada
PT.SLN Selasa 23/12/19, namun Elli HRD SLN tidak ada di tempat. Wawan (secirity) mengatakan,”Eli masih bekerja di SLN dan dialah yang mengurusi mutasi dll,” katanya singkat.

Sementara itu Puluhan Eks pekerja PT SLN pun mendatangi kantor SLN di  Kc.Pademangan Kel.Ancol  Barat Jakarta Utara,namun Elli HRD SLN tidak ada ditempat,diduga Elli sengaja tidak masuk kerja untuk menghindari wartawan.

Elli yang dikonfirmasi melalui whatsaapnya mengelak masih bekerja,”saya sudah tidak di  PT.SLN,silakan tanyakan ke menejemen,”jawabnya.

gagal menemui HRD para eks pekerja PT.SLN akan mengadukan naaibnya ke Sudinakertrans Jakarta timur pekan depan.

Menurut Qomari bagian hubungan Industrial Kemenakertrans Jakarta Utara, perusahaan yang bangkrut harus meberikan pesangon kepada karyawannya.

Pos terkait