Seleksi Online PPDB 2019 di SMAN 2 Majalaya Berjalan Lancar

Kepsek SMAN 2 Majalaya, Drs. Tedi Hermanto:Prihatin dengan kondisi masyarakat yang tetap ingin sekolah di negeri tetapi terbentur dengan aturan.

 

Oleh Andry

BANDUNG, AMUNISINEWS.CO.ID-   Seleksi online Penerimaan Peserta Didik Baru PPDB 2019 yang diselenggarakan di SMAN 2 Majalaya Kabupaten Bandung berjalan lancar dan hampir tidak ada kendala.

“Hasil PPDB yang diumumkan  baru-baru inipun sudah lebih dari cukup, dimana tahun 2019 disekolah kami untuk peserta didik baru ada 12 rombel (rombongan belajar),” ujar kepala sekolah SMAN 2 Majalaya Drs. Tedi Hermanto M.MPd.

Alhamdulillah  animo masyarakat diwilayah Majalaya sangat besar untuk menitipkan anaknya bersekolah di SMAN 2 Majalaya yang kami lihat dengan membludaknya para pendaftar,   mereka percaya sekolah ini mampu mencetak siswa menjadi unggul, kompetitif dan berprestasi setelah lulus nanti,”tutur Tedy.

“Saya bersyukur dan bangga kepada para petugas panitia PPDB yang telah menyelesaikan tugasnya dengan baik, mereka bekerja keras selama proses penerimaan siswa baru berlangsung walaupun tidak sedikit dari mereka pernah dihadapkan dengan situasi dimana ada ketidakpuasan dari masyarakat khususnya orang tua dari anak yang tidak diterima di sekolah ini. Namun mereka tetap teguh dengan menjalankan aturan yang sudah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pedoman Penerimaan Peserta Didik Baru,” ujar Tedi lagi..

Karena memang di tahun 2019 jalur zonasi menjadi sangat prioritas, kuota untuk dijalur tersebut mencapai 90%. Bisa dibayangkan memang akan banyak kekecewaan dari pihak orang tua ketika anaknya mendapatkan nilai yang tinggi tetapi tidak dapat diterima disekolah yang mereka dambakan.

“Maka dari itu, Saya terus terang merasa prihatin dengan kondisi masyarakat yang tetap ingin bersekolah di negeri tetapi terbentur dengan aturan. Bahkan yang sampai saat ini tanggal 10 juli masih banyak yang belum daftar kesekolah manapun dengan berbagai alasan masing-masing. Saya berharap untuk tahun depan situasi seperti itu tidak terulang lagi, mudah-mudahan hal tersebut menjadi pembelajaran buat kita semua sehingga kalaupun di tahun yang akan datang ada perubahan aturan PPDB itu merupakan formula terbaik yang insya allah tidak ditemukan lagi kekecewaan dari pihak manapun,”pungkas Tedi.

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *