Selingkuh Berbuntut Pemerasan Rp150 Juta

  • Whatsapp

Oleh  Zahari

TANGERANG-AMUNISINEWS.CO.ID-Yang hobi selingkuh diharapkan harus berhati-hati,pasalnya ada modus baru untuk menjerat laki-laki agar mengeluarkan uang ratusan juta rupiah sebagai uang damai.

Hal ini dialami oleh US warga Bojong Kecamatan Cikupa,Kab.Tangerang, Banten, yang berselingkuh dengan istri orang lain inisial LS warga Kec. Balaraja, Tangerang.US berusia 24 tahun itu hampir menjadi korban pemerasan dari suami LS berinisial AD.

“AD suami LS datang ke rumah untuk menjemput US sambil memperlihatkan bukti laporan kepolisian yang dipegang, tapi saat diminta copy  surat itu tidak diberi, alasannya sudah ditunggu pihak keluarga perempuan dan pelapor di Polsek Curug,”ungkap Jalintar Simbolon,SH,kuasa hukum keluarga US menjawab pertanyaan wartawan di kota Tangerang, Minggu lalu..

Belakangan, diketahui bahwa 3 orang yang menjemput US kerumahnya itu pada sore hari, sekitar pukul 19.00 wib, hari Rabu (13/11/2018),bukan pihak kepolisian melainkan suami LS bersama kedua temannya.

Sampai di Polsek Curug, US diperiksa dan dimintai keterangan oleh polisi, kata Jalintar US tidak diperkenankan pulang, dan disuruh menginap di kantor polisi  1X24 jam, dengan alasan untuk memancing pelapor (AD) dan wanita (LS) agar datang ke Polsek dan bisa diselesaikan dengan cara mediasi.

Sekitar pukul 02.00 dini hari, Jum’at (1611/2018) pelapor (AD) dan keluarga perempuan (LS) hadir untuk jalani proses mediasi, namun tidak menyelesaikan masalah dikarenakan pelapor meminta ke US uang damai senilai Rp. 150juta.

Kasus ini menjadi pertanyaan besar seperti adanya dugaan skenario jebakan pemerasan terhadap US.Melalui Jalintar Simbolon, SH., pengacara keluarga US dan kuasa hukum US menginginkan kasus ini menjadi terang benderang.

Ketua LBH Bara JP Jalintar Simbolon, SH., mempertanyakan alasan kliennya ditahan penyidik Polsek Curug selama 33,5 jam terhitung sejak pukul 16.00 wib di tanggal 15 November 2018 sampai pukul 01.30 dini hari di tanggal 16 November 2018.

“Saya menanyakan ke para penyidik tentang status klien saya US, namun tidak ada satu jawaban yang didapat dari Kepala Tim Unit 2 Ari Tonang maupun penyidik lainnya atas penahanan US yang sudah lebih dari satu hari di Polsek Curug Tangerang,” beber Jalintar.

Perdebatan sengitpun terjadi antara Jalintar Simbolon dengan para penyidik Polsek Curug, hingga akhirnya US dibebaskan secara diam-diam pada hari Sabtu, sekitar dini hari pukul 01.30 wib.

“Polisi tidak mampu menunjukkan status atas penahanan US klien saya, dan tidak jelasnya ketetapan waktu hukum (Tempus delictus) atas penyerahan/penahanan US, sehingga kepastian hukum yang ada di Polsek Curug menjadi amburadul,” tegas Jalintar saat dimintai keterangannya di kantor Advokad.

Dikatakan Jalintar, penyidik tidak mampu menunjukkan sepucuk surat apapun atas status US (kliennya), bahkan Jalintar sebagai Kuasa Hukum US diusir dari ruangan oleh Kepala Tim Penyidik Unit 2 Polsek Curug Tangerang.

“Saya sebagai kuasa hukum US telah diusir dari ruang penyidik oleh Kepala Tim (katim) Aritonang. Ini merupakan pelecehan dan tindakan sewenang-wenangan serta pelanggaran kode etik polisi sebagai penegak hukum yang telah melakukan kuman penghinaan/content of court terhadap institusi penegak hukum lainya/advokat,” kecam Jalintar.

Tentang hal pelecehan polisi terhadap dirinya, ia akan laporkan hal ini ke Kapolri, Propam Mabes Polri, Mahkamah Agung, Ombudsman dan organisasi advokat atas kejadian memalukan ini yang dilakukan oknum polisi.“Ini saya lakukan agar tidak terjadinya lagi hal-hal sperti ini dikemudian hari,” pungkas Jalintar.

Sementara terpisah, Ipda Riduan Aritonang Panit 2 Polsek Curug menyatakan,Polsek Curug tidak melakukan penangkapan dan penahanan, telpon dan bersurat pun tidak pernah, mereka berdua yang ingin mediasi di kantor polisi, karena sudah mendengar ada laporan. “Saat itu Wulan yang mengaku keluarga meminjam tempat mediasi di Polsek Curug dipersilakan, diluar itu tidak,” kata Aritonang sambil menambahkan, memang Polsek sebagai kantor masyarakat untuk melayani.

Kanit Reskrim Polsek Curug Iptu Totok Riyanto menambahkan,yang berperkara inisial US dan LS bersama-sama duduk di Polsek Curug hanya untuk menyelesaikan masalah karena belum adan titik temu sampai tahap mendiasi kedua juga belum ada kata sepakat.

“Untuk mediasi Polsek Curug hanya menyediakan tempat dan tidak ada campur tangan permasalahan mediasi tersebut,” jelas Totok seraya menyebutkan, ada pihak yang mengaku pengacara US minta surat penangkapan dan penahanan yang justeru keliru karena sifatnya hanya mediasi.

 

Pos terkait