Sengketa Tanah Perumahan Al Mirah, PN Cibinong Tolak Gugatan Terhadap PT KBM

1

PN CIBINONG

CIBINONG, AMUNISINEWS.COM– Kasus sengketa tanah seluas 69.761 meter persegi yang letaknya di Desa Bojong dan Desa Situsari, Cileungsi, Bogor memasuki babak akhir di Pengadilan Negeri Kelas IB Cipibong, Bogor, Hakim Ketua Eko Julianto, SH, MM, MH dalam sidang Jumat (29/1/2017) memutuskan gugatan penggugat tidak dapat diterima.

Alasannya, dalam pokok perkara hakim menimbang karena majelis hakim mengabulkan eksepsi dari tergugat I dan menyatakan gugatan penggugat terdapat kekurangan pihak yang berperkara, tidak mewmenuhi syarat formil sehingga gugatan dikualifikasikan  mengandung cacat formil.

Sejauh ini, Panitera Pengganti I Sukirno, S.IP, SH yang dihubungi Amunisi, Rabu (18/1) mengatakan para penggugat antara lain Jon Sudijono, Suwandi Nasmul, Eka Sinto Kasih Tjia dan Herman Wakiman belum mengajukan memori banding. “Para penggugat belum mengajukan memori banding, dengan sendirinya perkara No. 232/Pdt. G/2015/ PN Cbi sudah inkrah karena sudah lebih dari 14 hari kerja memori banding belum masuk,” kata Sukirno.

Pihak tergugat adalah PT Karunia Bastem Mandiri (KBM), Notaris Rubenhard Alfrend Setiono, dan Kepala BPN Kabupaten Bogor.

Menurut informasi, kasus ini bergulir sekitar tahun 2013 ketika PT KBM memasarkan perumahan Casa Del Lago mengundang protes dari Jon Sudijono dan penggugat lain yang mengklaim perumahan itu berada di atas tanah miliknya.

Para penggugat pun mengajukan gugatan perdata ke PN Cibinong, ketika proses mediasi mengalami jalan buntu.

Dalam surat gugatannya tanggal 18 Nopember 2015 penggugat menyatakan tanah itu milik mereka yang sebelumnya dijadikan tempat galian pasir oleh PT Rejeki Kurnia Alam hingga izin berakhir tahun 2007 lalu.

Sementara tergugat mengatakan telah membeli tanah tersebut melalui Endang Juwaeni kepada para pemilik yang tertuang dalam akta pelepasan hak dan melalui pengesahan notaris.

Karena itu PT KBM  mengajukan permohonan sertifikat kepada BPN Bogor, namun hingga setahun lebih mendaftarkan tidak bisa diterima. Salah satunya karena Kepala Desa Bojong sudah tiga kali mengundang Dirut PT KBM Lunaria Sanda Bisara tapi tak pernah hadir untuk berdialog sehingga akhirnya Kades H Sanan membuat surat No. 593.11/Bj/2014 tanggal 1 September 2014 meminta kepada BPN untuk memblokir permohonan sertifikat yang diajukan PT Bastem.

Padahal, sebelumnya Kades Sanan juga mengeluarkan surat nomor 474/241/IX/2013 tanggal 27 September 2013 yang menyatakan penggugat I (Jon Sudijono) tidak bisa membuktikan dasar kepemilikan dan menyatakan tanah yang dibebaskan oleh PT KBM tidak ada tanah milik Jon.

Mengenai dua surat itu, Kades Sanan yang ditemui Amunisi di kantornya Rabu (18/1) mengakui membuat surat itu. “Pertama karena secara administratif Pak Jon tak bisa membuktikan pemilik tanah itu. Sedangkan surat kedua saya keluarkan karena PT KBM belum membayar tanah warga,” katanya.

Sementara dalam eksepsinya tergugat 1 (PT KBM) menyatakan telah membeli tanah warga melalui perantara Endang Juweni.

Sidang gugatan dengan nomor perkara  232/Pdt. G/2015/PN Cbi ini memang dianggap sudah mempunyai kekuatan hukum tetap atau inkrah apabila pada batas waktu yang ditentukan 14 hari kerja para penggugat tak mengajukan memori banding dan BPN dapat memroses permohonan sertifikat Perumahan Al Mirah. (tim)

Editor: hendra usmaya

49 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

One thought on “Sengketa Tanah Perumahan Al Mirah, PN Cibinong Tolak Gugatan Terhadap PT KBM

  1. PT. KBM merugikan konsumen yg sudah DP.. para karyawannya kabur..
    Izin belum kelar dah jualan dan pinter sekali menipu para konsumen.. Penulis berita ini harap menulliskan berita bahwa perumahan Almira / Casadelago telah menipu para konsumen sebelumnya.
    dan PT KBM sama sekali tidak ada tanggung jawabnya.. PT KBM tidak merasakan susahnya mencari uang untuk membayar DP perumahan…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

SBY - MEGA, MASIH BERSETERU,.?

Kam Jan 26 , 2017
AMUNISINEWS.COM, JAKARTA – Secara politisi, Jokowi bukanlah rival politiknya SBY. Namun, karena Jokowi disebut-sebut sebagai “petugas partai” dari PDIP, maka “perseteruan” Mega SBY mencuat lagi dalam Pilkada Jakarta? Dikenal santun dan penyabar, meski dikritik pedas sana-sini, tak membuat mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tersulut emosinya. Namun, dalam kondisi politik Indonesia […]