Seperti Ini Penampakan Proyek RTH PU Babel

  • Whatsapp

IMG-20170118-WA0016

PANGKALPINANG, AMUNISINEWS.COM–Penampakan proyek RTH Dinas PU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sangat menyeramkan, tampak dari depan proyek tersebut masih amburadul.

Beberapa item pekerjaan yang tidak selesai dikerjakan ditinggalkan begitu saja oleh pemborong, tampak dari samping beberapa pekerjaan dan material dibiarkan menumpuk di fisik RTH berhamburan. Belum lagi beberapa item pekerjaan dikerjakan Asal Asalan.

Penampakan tersebut terpantau oleh amunisinews pada Rabu pagi (17/1/2017) di lokasi proyek RTH PU Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di komplek perkantoran Air Item Pangkalpinang Bangka Belitung.

Penampakan proyek RTH yang amburadul itu bertolak belakang dengan pengakuan PPK Irawan ST yang mengaku proyek RTH Komplek Perkantoran Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  sudah selesai dikerjakan melalui pesan singkat kepada amunisinews pada Saptu (24/01/2017),

“Waalaikum Salaam, kegiatan proyek RTH sudah selesai, mengingat masih dalam masa pemeliharaan kita minta rekanan untuk memperbaiki jika ada kerusakan dan pembersihan. Nama rekanan CV Alkomber Karya.Tks.Wass,” tulis Irawan

Menuai Tudingan LSM

LSM Gebrak Babel menuding ada apa dengan Irawan, jangan jangan Irawan ini ‘bermain mata’ dengan kontraktor

Ketua LSM Gebrak Babel Suherman Saleh pada Rabu siang (118/1/2017) kepada wartawan membeberkan beberapa kejanggalan terkait proyek RTH PU Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

“Kami menduga ada beberapa kejanggalan dalam pekerjaan proyek tersebut, seperti Lelangnya dibuka pada tgl 19 Agustus 2017, penawarannya tgl 1 September 2017 dan pelaksanaan kontrak tgl 13 septrmber 2016, dengan nilai penawatan Rp.1.052.800.000,-.

Kejanggalan lain terdapat pada pemenang, dimana pemenang adalah dari CV Alkomber Karya yang beralamat di Jalan Agam NO.105 Padang Sumatera Barat, apakah orang Bangka Belitung tidak ada yang bisa mengerjakan taman seperti itu, itu sangat tidak masuk akal,” tuturnya.

Suherman meminta kepada pihak pihak terkait untuk menyelidiki proyek tersebut, karena ada hal hal yang patut diduga yang masuk penyimpangan dan berpotensi merugikan keuangan Negara.

“Melalui ini kami meminta kepada pihak pihak terkait seperti Tipikor Polda Kep.Babel dan Kejati Kep. Babel untuk menyelidiki proyek tersebut mulai dari proses lelang sampai dengan hasil pekerjaannya. Dana untuk pembangunannya lumayan besar mencapai Rp.1.052.800.000,-  tetapi hasilnya seperti bisa lihat sendiri, masih banyak item item pekerjaan yang belum selesai dikerjakan dan hasil ahirnya sangat kasar sekali,” terangnya.

Suherman juga sesalkan dengan ketertutupan Kabid Cipta Karya PU Provinsi Bangka Belitung Kurniawan ST terhadap informasi proyek yang ditanganinya kepada wartawan.

“Kami sangat menyesalkan atas kelakuan Kabid Cipta Karya PU Provinsi Kep. Babel Kurniawan ST yang sering tertutup dan selalu mengelak saat mau dikonfirmasi langsung terkait proyek yang dikerjakannya dan ini sudah berkali kali, apalagi ada dugaan proyek proyek yang bermasalah,” sesal Suherman.(tim)

Pos terkait