Sidang Cerai, Kuasa Hukum Tergugat Lecehkan Profesi Wartawan

  • Whatsapp

Oleh Aston

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID-Salahsatu anggota Tim Kuasa Hukum ALS, yang digugat cerai oleh suaminya HP, yang juga pemilik restoran Shabu-Shabu Expres sekaligus pengurus IMI melecehkan profesi wartawan.

Hal ini terjadi di Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (17/2/2021). “You dibayar berapa,” kata oknum lawyer tersebut kepada wartawan Meganews.id dan Deteksionline.com.

Terang saja atas tudingan tersebut Fery Edyanto dan Hendra Usmaya bereaksi dengan menyebut ini tudingan fitnah yang bisa dilaporkan atas pencemaran profesi.

Sidang perceraian ALS dan HP diumumkan oleh Ketua Hakim Maskur SH sebagai sidang tertutup. Pengunjung yang tidak berkepentingan diharapkan ke luar ruangan. Wartawan mematuhi imbauan tersebut, menunggu di luar hingga sidang usai..

Ketika para pihak keluar persidangan jurnalis melakukan doorstop, tapi pihak tergugat menolak memberikan pendapat.”Gak ada keterangan,”‘kata salah satu lawyer.  “Kenapa?” serga jurnalis. “Ini rahasia awas jika upload kami laporkan ke cyber crime,” kata pengacara berbaju hitam.

Jurnalis pun bilang, yang dilarang itukan yang di dalam sidang inikan di luar sidang, publik juga ingin tahu apa yang terjadi.

Maka terlontarlah kata-kata pongah dari pengacara berbaju hitam tadi,’You dibayar berapa,” sambil menghardik dengan kata kata berintonansi tinggi.

Padahal jurnalis meliput sidang tersebut atas dasar naluri penasaran, begitu ada media yang menurunkan berita sidang itu tiba-tiba beritanya hilang alias sudah dihapus (take down). Ini ada apa?

Ketua PWI Pusat Atal Depari yang dihubungi mengatakan pihak manapun tak bisa menghalangi tugas wartawan. “Asal bukan di ruang sidang silakan ditulis,” tegas Atal S Depari.

Tugas wartawan dilindungu UU Pokok Pers No.40 tahun 1999, dimana dalam salah satu pasalnya menyebut yang menghalangi tugas wartawan bisa dipidana.

Sementara tim pengacara HP yang dihubungi membenarkan agenda sidang kali ini adalah pemeriksaan saksi.Saksi yang dihadirkan adalah Ariyanti dan Herman. “Maaf hanya ini yang bisa kami sampaikan,” kata Bryan dari Kantor Rumah Keadilan.

Dua jurnalis yang merasa profesinya dilecehkan tadi berencana meminta bantuan hukum untuk melaporkan kuasa hukum ALS secara pidana dan atau etika profesi kepada induk organisasi lawyer tetsebut.

Tim Hukum PWI DKI Jakarta Arman Suparman,SH, MH menyarankan mendalami keanggotaan lawyet tersebut baru akan mengadukan etika profesi.

Sementara Alvin Lim pengacara yang dikenal kritis menyesalkan kalimat yang dilontarkan oleh lawyer tergugat ALS. “Tapi kita lihat dulu kafasitasnya bila sudah  disumpah bisa melaporkannya sebagai pelanggaran etik. etik apbl sdh disumpah.. Apabila masih maganh magang bisa  laporkan pidana,” kata Alvin Lim.

Kata, Alvin, lawyer dan wartawan harus saling menghormati satu sama lain

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *