Sidang Kedua Dugaan Pemerasan dan UU ITE, Penangkapan Wartawan

  • Whatsapp
Sidang kedua kriminalisasi wartawan Berita Rakyat

Oleh : Loetfi.Hermawan/Nugroho

Sidang kedua kriminalisasi wartawan Berita Rakyat

Ditemukan Fakta “Wartawan Ade Tidak Pernah Meminta Uang” Melainkan Ditawari Iklan Bentuk Pertemanan

SIDOARJO, AMUNISINEWS.CO.ID – Sidang lanjutan dugaan pemerasan dan UU ITE terkait penangkapan wartawan bernama Slamet Maulana (Ade) berdasarkan laporan dari pihak Management Karaoke X2 Sidoarjo digelar di Pengadilan Negeri Sidoarjo.Agenda sidang mendengarkan keterangan saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Sidoarjo. Rabu (18/7) siang.

Sidang dipimpin Hakim Ketua I Ketut Suarta SH MH, dengan dua hakim anggota Suprayogi, SH,MH dan Sriwati, SH M.Hum dibantu Panitera Ifan Salafi, SH dan JPU dari Kejaksaan Negeri Sidoarjo Guntur Wijaksono, SH dan rekan (tim), namun yang hadir JPU Wahyu, SH dan Wido, SH serta pengacara dari wartawan Ade, M Soleh SH,.MH dan rekan.

Saksi yang dihadirkan JPU pada agenda sidang kedua ini adalah Arif Wiryawan selaku manager operasional karaoke X2 Sidoarjo, Suprayitno, SH selaku Pengacara /legal dari Karaoke X2 Sidoarjo dan terakhir  M Aril Kharomi alias Bella adalah pemandu karaoke.

Dalam kesaksiannya Arif menerangkan, bahwa pada 23 Nopember 2017 melalui pesan WhatsApp dirinya dikirimi gambar berupa foto oleh Indah Jawak. Dalam foto tersebut terlihat seorang wanita bugil dengan 2 orang laki – laki di salasatu ruang Karaoke. Dalam pesan itu Indah Jawak mengatakan bahwa foto itu diambil di room Karaoke X2, terang Arif.

Arif malam itu menghubungi sekuriti bernama Agung dan salasatu karyawan, dari keterangan mereka menyatakan kalau foto itu tidak di karaoke X2 melainkan di Karaoke DTOP.

Esok paginya Arif meminta Prayitno pengacara X2 untuk menemui Indah dan manyatakan bahwa itu bukan Room 10 di X2 seperti yang dituduhkan.  Dan pada tanggal (25/11/2017) Indah beserta dua orang yang diketahui adalah wartawan Ade dan seorang perempuan bernama Tama bertemu di karaoke X2.

Selanjutnya menunjukan room 10 untuk membuktikan bahwa itu bukan milik X2. Pada saat di room 10 Prayitno menawarkan kerjasama memasang iklan tetapi dijawab Ade bahwa menunggu jawaban redaksi, dirinya tidak dapat memutuskan, beber Arif.

Pada tanggal 7 Januari 2018, Arif dikirimi pesan dari Ade berupa  3 (tiga) link media yang mengangkat pemberitaan dugaan perbuatan mesum di karaoke X2. Link media tersebut adalah adalah dari media Berita Rakyat, Liputan Indonesia, dan Surabaya Post Kota. Karena merasa dirugikan dari pemberitaan tersebut akhirnya Arif melaporkan Ade kepihak Polresta Sidoarjo.

Sementara dari keterangan Arif, hal itu diherankan pengacara Ade, M Soleh didalam persidangan.
“Jika merasa dirugikan dari pemberitaan kenapa tidak melaporkan ketiga media tersebut, kenapa hanya melaporkan Ade. Dan ketiga media itu kenapa tidak pernah dihubungi untuk menyampaikan hak jawab tetapi malah melaporkan” pungkas Soleh.

Saksi kedua yang didengarkan keterangannya adalah Suprayitno SH selaku pengacara /legal dari Karaoke X2. Pada tanggal 23/12/2017 malam, dirinya dihubungi Arif dan dikirimi pesan berisi foto seorang wanita terlihat melorotkan celana dalam dan terlihat 2 orang wanita disalah satu room Karaoke yang diduga di room X2.

Pada tanggal 25 Nopember 2017 terjadi pertemuan antara Suprayitno, dengan Indah Jawak berserta Ade dan Tama di Karaoke X2, dan Arif menunjukan room 10 yang tidak sama dengan foto yang dikirimkan Indah, dalam kesempatan itu Suprayitno menawarkan kerjasama pemasangan iklan kepada Ade, tetapi Ade tidak menjawab menunggu keputusan dari redaksi, urai Prayitno.

Pada tanggal 29 Nopember 2017, Suprayitno menghubungi Ade melalui pesan WA terkait berapa yang akan dibayarkan untuk iklan, dan dijawab Ade 15 juta ada 3 media yang mengetahui kasus tersebut.

Pada tanggal 6 Januari 2018, Ada pemberitaan terkait Karaoke X2, dan sekira tanggal 7 Januari 2018, Suprayitno atas perintah Arif menghubungi Ade untuk menghapus Berita, tetapi ditolak oleh Ade.

Oleh sebab itu pada tanggal 15 Januari 2018 terjadi pelaporan Ade di Polresta Sidoarjo oleh manager X2 Arif Wiryawan, tetapi laporan tersebut tidak diketahui Suprayitno, dirinya baru tahu ada pelaporan setelah dipanggil sebagai saksi terakhir untuk di BAP dan HP yang jadi alat komunikasi pesan WA mereka Xiomo disita Polresta Sidoarjo sebagai barang bukti.terang Prayit.

Saksi ketiga adalah Bella, Bella membenarkan foto perempuan yang melorotkan celana ditengah laki- laki adalah dirinya diruangan karaoke D’Top.
Ada hal menarik terungkap ketika Hakim Ketua Menanyakan apakah Bella mengenal Ade. Pada saat itu Bella menjawab tidak mengenal Ade.  Dan ketika ditanya lagi oleh hakim apakah Bella sering diajak (booking) Ade untuk Karaoke, dalam kesaksiannya Bella menjawab tidak dan baru kali ini saya melihat Ade, sambil melihat Ade disebelah kanannya.

“Saya kenal Ade tapi bukan Ade yang ini pak Hakim,” ucap Bella degan gemetar. Tetapi dari perkataan hakim ketua, dari keterangan di BAP dari Polresta Sidoarjo menyatakan bahwa Bella kenal dan sering di ajak Ade Karaoke.

Ada fakta baru yang terungkap dalam persidangan pada hari ini. Fakta persidangan pertama Bahwa Ade tidak meminta sejumlah uang ataupun membujuk rayu untuk diberikan uang, Hal itu terungkap saat kesaksian Suprayitno bahwa dirinya yang menawarkan pemasangan iklan dan setelah itu mengirimkan pesan mempertanyakan berapa yang harus dibayar untuk pemasangan iklan.
Fakta persidangan yang kedua, Management X2 melalui legalnya / pengacaranya Suprayitno meminta Ade menghapus berita terkait Karaoke X2. Seperti keterangan dipersidangan oleh Suprayitno.

Fakta persidagan ketiga, management X2 tidak melakukan hak jawab melainkan langsung melaporkan Ade ke Polresta Sidoarjo, hal itu tidak sejalan dengan profesi Ade sebagai Wartawan yang dilindungi UU Pers dalam menjalankan tugas jurnalisnya.

Fakta persidangan keempat, Management X2 merasa dirugikan dari pemberitaan 3 media, yakni media Berita Rakyat, Liputan Indonesia, Surabaya Post Kota. Tetapi tidak pernah menghubungi media tersebut dan yang dilaporkan hanya Ade, kenapa tidak melaporkan semuanya, Hal itu terungkap saat Soleh pengacara Ade menanyakan ke saksi Arif dan Suprayitno tetapi mereka tidak dapat menjawab.

Fakta persidangan kelima, Bella menyatakan perbuatan difoto itu adalah dirinya yang merupakan pemandu karaoke freelance yang biasa menemani tamu di karaoke X2 dan D’Top.  Dari pengakuan Bella, diduga telah terjadi pelanggaran UU Pornografi, tetapi sampai persidangan hari ini, tidak ada tindakan dari Polresta Sidoarjo terkait pelanggaran hukum di wilayahnya.

Fakta Persidangan ke enam. Didalam BAP yang dilakukan Polresta Sidoarjo terhadap Bella, Bella mengenal Ade dan sering di ajak Ade Karaoke, tetapi dalam persidangan Bella membantah tidak kenal Ade dan tidak pernah kenal Ade. Ada ketidak sinkronan dari BAP Polresta Sidoarjo dengan keterangan Bella saat bersaksi.
Sesuai perkataan M Soleh didalam persidangan, hal itu harus bisa diungkap karena kuatir ada persepsi rangkaian kerjasama Ade dan Bella untuk memeras X2, terang Sholeh.
Sidang lanjutan akan dilaksanakan tanggal 1 Agustus 2018 dengan agenda mendengarkan keterangan saksi lainnya yang dihadirkan JPU.

 

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait