Sidang Paripurna DPRD Kota Mojokerto: Pembahasan Raperda Tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA-2019

  • Whatsapp

Oleh, Titin/Adv

MOJOKERTO, AMUNISINEWS.CO.ID – DPRD Kota Mojokerto, gelar rapat paripurna dengan agenda laporan Reperda  pimpinan badan anggaran Atas Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019.

Juru bicara Tim Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Mojokerto Choiroiyaroh mengatakan, pembahasan raperda tersebut, dilaksanakan dalam rapat kerja antara badan anggaran DPRD Kota Mojokerto dengan tim anggaran Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto, yang berlangsung selama tiga hari yaitu mulai tanggal 7 Juli-9 Juli 2020.

“Semua fraksi DPRD Kota Mojokerto menyetujui raperda Kota Mojokerto tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019, untuk ditetapkan menjadi perda, dengan beberapa catatan,” katanya.

Adapun beberapa catatan tersebut, lanjut Choiroiyaroh, laporan keuangan Pemkot Mojokerto tahun  tahun 2019 telah diaudit BPK dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan pencapaian WTP yang keenam kalinya berturut-turut ini patut diapresiasi.

“Akan tetapi, pencapaian WTP ini masih disertai dengan catatan-catatan yang menjadi rekomendasi BPK serta harus ditindaklanjuti Pemkot Mojokerto dan catatan-catatan tersebut, hendaknya dapat menjadi bahan pembelajaran bagi aparatur Pemkot Mojokerto, agar kedepannya tidak mengulangi kesalahan yang sama,” ujarnya.

Kemudian lagi, masalah aset selalu menjadi rekomendasi BPK setiap tahunnya. “Pengelolaan aset memang tidak mudah, namun Pemkot Mojokerto berkewajiban untuk mengurai satu persatu permasalahan aset tersebut, agar tidak membebani neraca yang menjadikan temuan BPK tiap tahunnya serta manajemen aset harus ditata dengan baik sebagai upaya untuk mengurai permasalahan aset,” terangnya.

Tekait pendapatan dan belanja tahun anggaran 2019, dalam realisasinya tidak memenuhi target yang telah ditetapkan. “Hal ini disebabkan karena pendapatan yang belum pasti perolehannya sudah dianggarakan sebagai pendapatan yang memunculkan belanjanya serta pada pendapatan transfer, dimana dalam realisasinya banyak komponen yang tidak terealisasi sesuai yang direncanakan. Sehingga belanjanya juga tidak dapat direalisasikan sesuai dengan rencana karena memang dananya tidak mencukupi dan pola perencanaan yang demikian ini hendaknya tidak dilakukan lagi,” jelasnya.

Dalam hal pemeriksaan rutin terhadap pengelolaan keuangan di masing-masing OPD, dibutuhkan penguatan peran inspektorat sebagai mitra OPD untuk melakukan pembinaan dan pendampingan serta mengoptimalkan sistem pengendalian internal di masing-masing OPD. “Tujuannya, agar temuan BPK dapat diminimalisir jumlahnya, baik yang bersifat material maupun administratip,” tandasnya.

RSUD dengan tipe B mestinya menjadi rumah sakit yang mampu memberikan fasilitas dan pelayanan kesehatan yang lebih baik daripada rumah sakit tipe C. “Untuk meningkatkan fasilitas dan pelayanan kesehatan, agar RSUD segera merekrut Dokter spesialis bedah onkologi dan spesialis bedah anak, agar RSUD mampu memberikan kontribusi bagi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan,” tegas Choiroiyaroh.

Lebih lanjut Choiroiyaroh menjelaskan, adapun rincian realisasi pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun anggaran 2019 yang telah disepakati adalah Pendapatan sebesar Rp. 885.966.38.8.44 miliar, yang terdiri dari PAD Rp. 92. 695.566.219.26 miliar.

Pendapatan transfer sebesar 677.5.232.792 miliar dan pendapatan lain-lain yang sah sebesar Rp. 16.265.238. 99.18 miliar. Selanjutnya, belanja sebesar Rp. 852,84.96 .739.42 miliar, yang  terdiri dari belanja operasi sebesar Rp. 717.91.346.217 miliar dan belanja modal sebesar Rp. 134.616.521.172.42 miliar serta belanja tak terduga sebesar Rp. 0 dan transfer sebesar Rp. 376.129.350 juta. “Ini surplus sebesar Rp. 33.881.941.269.2 miliar,” urainya.

Kemudian komponen pembiayaan teridiri dari penerimaan daerah sebesar  Rp. 153.761.967. 864.9 miliar serta sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) sebesar  Rp.187.643.909.133.11. miliar

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *