Sikap Indonesia sudah Tepat Terhadap Konflik Palestina

  • Whatsapp
As;ad PBNU

Oleh: Budi Setiawan

KH As;ad Said Ali tokoh NU

JAKARTA, AMUNISINEWS.CO.ID – Presiden Jokowi, menyerukan agar OKI dan PBB segera membahas keputusan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel.

Dalam pernyataan pers di Istana Bogor,  Presiden Joko Widodo menyebut “pengakuan sepihak itu melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan PBB, yang disana AS merupakan salah satu anggota tetap, juga Majelis Umum PBB.
KH. As’ad Said Ali,  tokoh NU organisasi terbesar di Indonesia, sependapat dengan presiden, bahwa keputusan presiden Donald Trump yang akan memindahkan kedutaan besar Amerika di Yerusalen dan mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israil, bertentangan dengan resolusi dewan keamanan PBB, tahun1967 (242) dan 737 tahun 1974 yang mengakui Tepi barat sungai Yordan dan Gaza serta Yerusalen timur sebagai wilayah Palestina.

As’ad Said Ali, menegaskan, bahwa sikap Indonesia yang menentang keputusan presiden Donald Trump mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israil sudah tepat.

Pengakuan AS atas Yerusalem sebagai ibukota Israel, kata KH.As’ad Said Ali  bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia dan bisa menumbuhkan terorism.

“Pertimbangan presiden Donald Trump untuk menjadikan Yerusalem sebagai ibukota Israil hanya ingin memuaskan orang Yahudi Amerika Serikat sebagai janji kampanyenya.

Dan ada kemungkinan Donald Trump ingin meningkatkan pembelian senjata, karena  Palestina merupakan sumber konflik kawasan, yang melibatkan banyak negara Timur Tengah,” jelas KH. As’ad Said Ali, di Jakarta, Senen, seluler (11/12/2017).

KH.As’ad Said Ali, mengatakan, saat ini Amerika mendapat tekanan diplomatik dari berbagai negara dan masyarakat internasional. Dan pada saatnya nanti Amerika akan terisolir dari percaturan global, yang akan merugi secara ekonomi dan peran globalnya akan berkurang.

Keputusan Donald Trump untuk memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem dan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel, tidak akan terlaksana, karena hanya merupakan kepentingan politik dalam negeri. Sebab kalau Donald Trump benar-benar memindahkan kedutaan besar ke Yerusalem, maka masyarakat dunia akan beraksi semakin keras, dan Amerika akan terisolir dari masyarakat global.

 

 

editor: maliki hd

 

Pos terkait