Sikap Pejabat Inspektorat Pemkab Sidoarjo Mengecewakan Wartawan

Oleh Tam

SIDOARJO,AMUNISINEWS.CO.ID – Seorang wartawan media harian terbitan Surabaya kecewa atas sikap pejabat  Inspektorat Pemkab Sidorajo, Selasa (18/9).

Pejabat tersebut membiarkan wartawan yang ingin konfirmasi soal pengaduan masyarakat, dibiarkan menunggu terlalu lama tanpa ada penjelasan sedikitpun.

Sebagai pencari berita Lutfi yang datang hendak konfirmasi ke kepala Inspektorat daerah kabupaten Sidoarjo, yakni Eko Udjiono,mendapati ketidak pastian dan seakan berbelit juga susah sekali untuk ditemui.

Sekitar satu setengah jam lamanya menunggu di kantor Inspektorat daerah kabupaten Sidoarjo ,demi mendapatkan kenyamanan dan pelayanan pemerintahan dialami salah satu warga.

“Saya hendak mengkonfirmasikan atas dugaan tindakan pungli, yang dilakukan Aparatur Sipil Negara (ASN) di salah satu wilayah Sidoarjo, ternyata tidak seperti yang saya bayangkan,” ucap Lutfi.

Lutfi yang juga  merupakan salah satu wartawan surat kabar harian ini mengatakan,Selasa (18/9) pagi, dia datang ke kantor Inspektorat Sidoarjo guna konfirmasi.

Hal terkait aduan masyarakat tentang adanya pungli di wilayah Sidoarjo ,yang dilakukan oleh ASN.Namun saat berada di kantor Inspektorat usai menyampaikan maksud dan tujuannya, datang ke salah satu staf Inspektorat tidak ada pemberitahuan yang jelas akan tindak lanjut maksud kedatangannya.pada salah satu staf bernama Suci Nengheri yang ditemui sangat sopan.

Lutfi juga  menambahkan,ada beberapa staf mengatakan bapak sedang rapat dari awal kedatangannya,beberapa saat berikutnya staf lain mengatakan akan dipanggilkan, lama menunggu tidak ada kabar.

Dan ada lagi staf lain mengatakan bapak keluar,dan ada juga yang bilang bapak akan rapat. “Untuk itu mana yang benar dari keterangan staf pemerintahan tersebut yang nota bene Inspektorat adalah mitra wartawan,” ketus Lutfi.

Sementara Suci Nengheri staf yang welcome terhadap Lutfi saat dikonfirmasi tentang susahnya menemui kepala Inspektorat mengatakan permohonan maafnya.

“Maf mas saya hanya bertugas menyampaikan dan dari pihak dalam yang menindak lanjuti.Tugas saya hanya menerima tamu yang kirim surat baik dari lembaga atau perorangan maupun LSM.Surat itupun saya tidak berhak membukanya,kecuali buku perpustakaan saya yang menyimpan dan kalau ada yang pinjam mungkin senior ya saya keluarkan ,” terangnya.Selasa (18/9) di kantor Inspektorat.

 

Teguran Keras

Terpisah Zainal Abidin, Sekjend LSM Wadah Aspirasi Rakyat (WAR) menyampaikan sikapnya atas institusi Inspektorat terkait susahnya menemui kepala Inspektorat dan mekanisnya yang ribet,kepada wartawan mengatakan,harusnya sebagai institusi pemerintah yang mempunyai kewenangan penindakan dan teguran terhadap Aparatur Sipil Negara (ASN)yang melanggar disiplin atau menyimpang.

“Bahkan lebih-lebih karena kriminal atau pelanggaran hukum.Seharusnya lebih mudah untuk ditemui wartawan yang notabene mitra kerja,” tegas Zainal.

‘’Inspektorat sebagai pengawas seolah tidak mau diawasi dan enggan menemui wartawan selaku kontrol social.Untuk itu bilamana ada wartawan yang hendak menemui, guna konfirmasi seharusnya jangan terkesan ribet,padahal wartawan itu guna konfirmasi dan klarifikasi terkait perihal baik temuan dilapangan maupun menerima pengaduan dari masyarakat.Inspektorat harus paham akan hal itu,” ujar Sekjend WAR tersebut.

 

News Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *