SMK Muhammadiyah Sekampung Diduga Lakukan Mark Up Jumlah Siswa

  • Whatsapp

Oleh, Nova Saputra

LAMTIM, AMUNISINEWS.CO.ID.- ‘Patut Dipertanyakan’ diduga SMK Muhammadiyah Sekampung Lampung Timur, terindikasi Mark Up murid dalam pencairan dana BOS.

Menurut informasi data SMK Muhammadiyah Sekampung diduga kuat telah terjadi Mark Up Murid, dalam Pencairan dana BOS Tahun 2018/2019, Penggelembungan jumlah Siswa tersebut dapat kita lihat dari jumlah murid pada 2018/2019, maka dari itu data tidak sesuai sama sekali dengan data yang telah kami cek dilapangan atau di laporan secara online yang di laporkan operator sekolah, ungkap Joko Waluyo, SH selaku Lembaga Pengawasan Investigasi Tindak Pidana Korupsi ( LPI TIPIKOR )

Sedangkan Pencairan Dana pada triwulan 1 samapai triwulan 4 sangat  tidak sesuai dengan jumlah siswa yang ada, terang Joko Waluyo yang didampingi oleh MasRio Selaku Kordinator wilayah (KORWIL) provinsi Lampung dari media Fakta News.

Pada saat Joko Waluyo selaku lembaga LPI TIPIKOR mengklarifikasi terkait jumlah siswa SMK Muhammadiyah Sekampung, baru-baru ini.

Sementara itu Hendra Agus Wijaya saat dikonfirmasi oleh tim LPI Tipikor bersama Keper Fakta News merasa tidak memiliki masalah dengan keadaan jumlah siswa yang tim pertanyakan dengan sikap dan gaya acuh tak acuh ” saya merasa tidak ada masalah jawab singkatnya.

Sedangkan dalam Keterangan  tim LPI Tipikor Joko Waluyo, SH sebagai KORWIL provinsi Lampung kepada awak media, soal dugaan siswa fiktif untuk penggelembungan pencairan Dana BOS yang ada di SMK Muhammadiyah Sekampung Lampung timur sudah bisa kita masukkan dalam ranah tindak pidana Korupsi, untuk itu harapan tim LPI Tipikor kepada Media dapat berkoordinasi kepada Dinas Pendidikan Provinsi Lampung atau TIPIKOR Polda Lampung mengenai dugaan tersebut.

Menurut Tim LPI Tipikor, untuk hal ini Hendra Wijaya selaku Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah Sekampung telah Melanggar UU dan Ketentuan Juklak-Juknis BOS. Yang disampaikan pada awak media, Selasa (10/3/2020). pungkasnya.

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *