Soal Bantuan Pangan, Diduga ada Kongkalingkong antara BPNT dan Oknum Kabupaten

  • Whatsapp

Oleh Tim

KARAWANG, AMUNISINEWS.CO.ID-Pelaksanaan program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Karawang telah mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2018. Salah satunya sudah dilaksanakan di Kecamatan Batujaya.

Niman,.  karyawan Tenaga Kerja Sosial Kecamatan (TKSK) Kec. Batujaya ketika ditemui di rumahnya, Rabu (11/7) menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan BPNT tentunya ada suplayer, suplayer telah ditunjuk oleh Tim Koordinasi Kabupaten.

“Ppada waktu musyawarah dulu  di Aula Kec. Batujaya yang hadir saat itu Sekertaris Camat, orang Bank BNI, dari Bulog, pihak suplayer ada beberapa orang serta pihak e-warong. Para suplayer menawarkan berad untuk memasok beras kepada e-warong, salah satu suplayer disetujui oleh e-warong karena contoh berasnya bagus,” ujar Niman yang mengaku lupa waktunya.

“Pihak Suplayer telah menentukan harga Rp. 10.500/kg kepada e-warong, untuk nama suplayer saya lupa, untuk pembentukan e-warong yang menentukan adalah saya karena telah diberi tugas oleh Kementerian Sosial. Begitu yang dapat mengganti suplayer adalah saya sebagai TKSK, yang membayar suplayer adalah e-warong  dengan cara ditransper karena setiap e-warong diberi buku rekening,” tegas Niman.

Pemilik e-warong yang namanya tidak mau disebut saat ditemui di umahnya menerangkan bahwa memang benar dia pernah ikut rapat di aula Kec. Batujaya, harga beras sudah dan tentang suplayer beras saya tidak tahu menahu karena sudah ditentukan dalam rapat itu. Jadi e-warong tidak pernah menentukan atau menunjuk siapa suplayernya.  E-warong  akan diberi keuntungan Rp.500/kg,” kata pemilik e- warong itu sambil menjelaskan bahwa e-warong cuma menjualkan saja.

“Siapa yang membayar kepada suplayer saya tidak tau, saya sebagai e-warong sampai saat ini belum punya rekening khusus BPNT,” tandasnya.

Sekertaris Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Kabupaten Karawang yang bernama H. Alek Sukardi membenarkan penjelasan e-warong itu Rabu, (11/07/18). “Semua e-warong dipasok beras dengan harga Rp.10.500/kg oleh suatu pengusaha beras, tentang siapa suplayernya pihak e-warong tidak pernah menunjuk pengusaha manapun karena sudah ditentukan oleh Tim pelaksana BPNT. Tentang siapa yang akan bayar beras kepada suplayer e-warong tidak tahu menahu dan e-warong sampai sekarang  tidak memiliki buku rekening BPNT,” ujar H Alek Sukardi.

Keterangan TKSK dengan e-warong sangat berbeda dan berlawanan, diduga pelaksanaan BPNT di Kabupaten Karawang ada kongkalingkong antara pihak yang berkompeten.

Pos terkait